NABIRE - Ketua Unit Pengelola Program (UPP) Universitas Cenderawasih (UNCEN) Kelas Nabire, Fransiscus Don Bosco Johanes, S.Pt, M.MPd mengatakan, untuk menjawab kekurangan guru, solusinya harus ada keterlibatan pemerintah daerah (Pemda).

Dimana secara umum di wilayah Adat Meepago A ini telah diketahui sejumlah sekolah di perkotaan maupun di daerah terpencil rata-rata kekosongan tenaga pengajar. Dan keterlibatan Pemda itu hanya untuk tingkat penyeleksian calon peserta sesuai kebutuhan daerah dan juga ikatan kontrak yang langsung dibiayai masing-masing Pemda.

“Perlu dukungan Pemda agar kebutuhan guru bisa terjawab di semua satuan pendidikan. Sebab pemerintah pada awalnya membuka Kolose Pendidikan Guru (KPG) di Kabupaten Nabire dengan tujuan untuk menjawab kekurangan tenaga pengajar pada wilayah adat Meepago A,” tutur Fransiscus Don Bosco Johanes, S.Pt, M.MPd kepada Papuapos Nabire, Kamis (7/10/21).

Dan apabila ada keterlibatan Pemda dalam penyeleksian calon peserta dan ikatan kontrak pembiayaan, anak setelah lulus dari KPG tidak lagi ke mana–mana tetapi secara langsung masuk pada program kelas UPP Uncen Nabire.

Karena dalam keterlibatan Pemda soal penyeleksian calon peserta didik, sudah jelas didapatkan tingkat kemampuan pengetahuan pada anak dan pembiayan itu merupakan daya tarik bagi anak dan orang tua.

Untuk itu diharapkan ada wadah yang dapat mengumpulkan semua kepala–kepala dinas pendidikan di wilayah adat Meepago A soal kekurangan tenaga guru. Sebab setiap tahun ada guru yang masuk usia pensiun, tetapi tidak ada gantinya. (des)