Solidaritas Anti Virus Corona Beraksi di DPRD Nabire
NABIRE – Belasan orang yang tergabung dalam Solidaritas Anti Virus Corona (Covid-19) perwakilan dari mahasiswa USWIM Nabire melakukan
Bagikan
NABIRE – Belasan orang yang tergabung dalam Solidaritas Anti Virus Corona (Covid-19) perwakilan dari mahasiswa USWIM Nabire melakukan aksi di Kantor DPRD Nabire, Senin (23/3) kemarin. Penyampaian aspirasi diterima oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Nabire. Saat menerima aspirasi, perwakilan dari anggota DPRD Kabupaten Nabire, mengatakan jika pihaknya menghargai kedatangan perwakilan mahasiswa ke Kantor DPRD Nabire untuk melakukan aksi solidaritas pencegahan Covid-19. Kata dia, pada prinsipnya pemerintah Kabpaten Nabire telah berupaya dalam menghadapi masuknya Covid-19, karena Nabire merupakan pintu masuk dari 4 kabupaten. “Kita menerima dengan senang hati kedatangan adik-adik mahasiswa dan menampung aspirasi yang disampaikan. Kepedulian dalam melakukan aksi seperti ini sangat bagus, sehingga kita bisa melanjutkan aspirasi yang disampaikan ini. Kita akan segera menyampaikan keinginan mahasiswa dalam aksi solidaritas ini dan mengecek langsung tindakan dari Pemda Nabire,” katanya. Sementara itu, perwakilan dari mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Seperti dikatakan Agustinus Pigai, mahasiswa dari Sembilan perguruan tinggi Kabupaten Nabire menyampaikan aspirasi karena Nabire merupakan tempat pintu masuk dibeberapa kabupaten. Pihaknya meminta Bandara dan Pelabuhan Laut segera ditutup untuk menjaga masuknya Covid-19. “Kita minta pemerintah daerah dalam hal ini bupati harus hadir mendengar langsung aspirasi kami,” pintanya. Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda, Marselinus Pekey. Katanya, kita sebenarnya akan melakukan aksi besar-besaran dalam melakukan aksi demo solidaritas anti Covid-19. Penyampaian aspirasi ini kita minta bupati harus mendengar langsung, sehingga kita tidak buang-buang tenaga melakukan pertemuan ini. “Kita harus cepat bertindak sebelum virus tersebut masuk,” katanya. Sementara itu, koordinator aksi, Elihut Pigai, mengatakan, kita harus cepat bergerak untuk menangkal masuknya Virus Corona di Kabupaten Nabire. Dirinya meminta agar segera menutup Bandara dan Pelabuhan Laut agar virus tersebut tidak masuk di Kabupaten Nabire. “Kita minta kendaraan yang naik ke pedalaman agar sementara dihentikan,” harapnya. Hal yang sama juga disampaikan tokoh perempuan, Yohana Yeimo. Katanya, mahasiswa tahu mana yang benar dan mana yang salah, sehingga kita harus segera bertindak untuk menangkal masuknya virus. Kata dia, virus corona ditempat panas kita bisa atasi, namun ditempat dingin susah diatasi. Kalau Pemerintah Kabupaten Nabire tidak segera mengambil tindakan, kasihan saudara-saudara kita yang di pegunungan. “Apabila virus corona masuk kasihan adik-adik kita yang masih kecil, tidak biasa mencuci tangan,” katanya. Perwakilan mahasiswa, Yulianus Yatepai, menambahkan, pihaknya melakukan aksi solidaritas ini tujuannya baik, untuk mencegah masuknya virus tersebut. Bupati abire harus mendengar langsung penyampaian aspirasi ini sehingga segera cepat diambil tindakan. “Virus ini baru dan berbahaya sehingga kita harus punya upaya pencegahan dan memberikan alat-alat keamanan,” tuturnya. Sekedar informasi, inti penyampaian aksi solidaritas diantaranya, segera tutup Bandar Udara dan Pelabuhan Laut Samabusa Nabire, membatalkan pelaksanaan PON tahun 2020 di Papua, pemerintah daerah segera ambil langkah untuk mencegah masuknya Virus Corona dengan menyiapkan peralatan kesehatan. Dalam menyampaikan aspirasi tersebut mahasiswa sempat minta dihadirkan Bupati Nabire untuk mendengar langsung keinginan mahasiswa. Namun setelah diberikan penjelasan dari perwakilan anggota DPRD Nabire bahwa aspirasi tersebut akan diteruskan ke pemerintah daerah, perwakilan mahasiswa bisa menerimanya. (ist)
Bagikan artikel ini



