Soal Antrian BBM di SPBU, Bupati Siap Perintahkan Staf Bertemu Pimpinan Depot Pertamina
NABIRE – Kembali Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP angkat bicara lagi soal antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di bebera
Bagikan
NABIRE – Kembali Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP angkat bicara lagi soal antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kabupaten Nabire, dimana bupati melihat antrian ini sudah terjadi beberapa bulan ini, sehingga dirinya kembali bertanya–tanya.Sehingga Bupati Nabire akan memerintahkan stafnya, baik itu asisten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi masalah tersebut untuk bertemu langsung dengan pimpinan Depot Pertamina Nabire guna mengecek kuota BBM yang berkurang atau kah jumlah kendaraan yang lebih banyak dari jumlah atau jatah BBM untuk Kabupaten Nabire.Dan apabila jatah kuota BBM Nabire yang berkurang, maka selaku Bupati Nabire akan meminta langsung kepada beberapa bupati yang ada di wilayah pegunungan agar jatah BBMnya dapat dikurangi dan semuanya dialihkan ke jatah BBM Kabupaten Nabire. Sebab semua kendaraan di beberapa kabupaten pegunungan BBMnya diambil dari Nabire.Demikian dikatakan Isaias Douw, kepada Papuapos Nabire, Minggu (19/5), usai meresmikan Pasar Sentral Kalibobo tahap II seraya menambahkan, soal kuota BBM Nabire harus diketahui oleh pemerintah, karena antrian di SPBU dapat meresahkan dan kita juga kuatirkan jangan-jangan ini ada permainan para pemilik kendaraan tangki modifikasi.Dan selaku Bupati Nabire meminta juga agar saudara–saudara kita yang beragama muslim ini sedang melaksanakan ibadah puasa dan sebentar lagi akan memasuki Hari Raya Idul Fitri, yang kita harapkan agar hari raya ini dilaksanakan dengan baik, aman dan lancar tanpa hambatan apapun.Untuk itu marilah kita bersatu menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini secara bersama–sama dengan tidak saling membedakan satu sama lain, sehingga selaku Bupati mengharapkan jangan lagi ada antrian soal BMM di SPBU, maka kita butuh data yang akurat dari pihak Depot Pertamina Nabire.(des)
Bagikan artikel ini



