Soal 3M Menjadi Tanggung Jawab Guru SD, Guru SMP/MTs Tinggal Pembenahan Konsep Dasar Keilmuan
NABIRE - Birbicara soal kemerosotan raport mutu pendidikan di Kabupaten Nabire yang turun dari Bintang 5 menjadi Bitang 1, bukan kesalahan pihak guru saja tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak.
NABIRE - Birbicara soal kemerosotan raport mutu pendidikan di Kabupaten Nabire yang turun dari Bintang 5 menjadi Bitang 1, bukan kesalahan pihak guru saja tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak.
Sebab berdasarkan komentar Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dari angka kelulusan SD pada tahun pelajaran 2021/2022 ini, ditemukan ada 10 persen kelulusan SD yang tidak lancar Membaca, Menulis dan Menghitung atau yang lebih dikenal 3M.
Untuk itu dalam hasil diskusi bersama salah seorang kepala sekolah SMP di kota ini terkait dengan hasil lulusan SD yang tidak lancar 3M dirinya mengatakan, soal 3M menjadi tanggung jawab guru SD. Karena SD itu merupakan sekolah dasar.
Sementara guru-guru SMP/MTs mempunyai tugas memberikan pemahaman konsep dasar keilmuan. Sehingga tidak wajar kalau di SMP/MTs dibuka kelas remedial membaca lagi bagi murid SD yang baru masuk SMP/MTs di awal tahun pelajaran 2022/2023 ini.
Dan menurut hasil tes masuk SMP/MTs di awal tahun pelajaran 2022/2023 ditemukan sejumlah murid SD lulusan akhir tahun pelajaran 2021/2022 terdapat sejumlah murid yang tidak bisa membaca ada yang baru eja dan ada yang lancar membaca tetapi tidak paham titik dan koma.
Untuk itu sebagai guru SMP mau bertanya, kira–kira selama 6 tahun murid dididik dan tidak bisa membaca atau lancar 3 M, di mana hati kita sebagai guru. Sehingga tidak masuk akal sehat, kalau guru SMP kembali membuka kelas baca, tulis dan hitung lagi bagi murid baru SMP.
Bagai mana peserta didik bisa tahu konsep–konsep dasar keilmuan, kalau syarat membaca, menulis dan menghitung saja tidak bisa. Dengan demikian tidak mungkin guru SMP membuka kelas membaca lagi di bangku pendidikan SMP/MTs. (des)
Bagikan artikel ini



