SMPN Besar di Kota dan Pinggiran Wajib Ikut UNBK
NABIRE - Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire secara tegas menyatakan untuk tahun pelajaran 2017/2018 sudah ada 1.248 murid dari 11 SMP/MTs di
Bagikan
NABIRE - Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire secara tegas menyatakan untuk tahun pelajaran 2017/2018 sudah ada 1.248 murid dari 11 SMP/MTs di Kabupaten Nabire menjadi sekolah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan kini telah sukses dilaksanakan.Sehingga untuk tahun pelajaran berikutnya atau di tahun pelajaran 2018/2019, semua SMP Negeri (SMPN) didalam kota maupun SMPN yang besar dan berada di pinggiran kota yang sudah ada aliran listrik dan jaringan internet diwajibkan untuk masuk sebagai sekolah peserta UNBK.Karena diharapkan pada setiap akhir pelajaran dan masuk tahun pelajaran berikutnya harus ada peningkatan jumlah peserta UNBK dijenjang pendidikan tingkat SMP/MTs yang ada di Kabupaten Nabire, sehingga bagi SMPN yang ada dalam kota yang belum masuk peserta UNBK, diharapkan mulai saat ini sudah ada rencana dan program sekolah dari sekolah masing-masing.Demikian dikatakan Kabid SMP/MTs Dinas Pendidikan Nabire Melkias Pekey, S.Pd,S.Ip.MM, kepada Papuapos Nabire, akhir pekan lalu seraya menambahkan, jika tahun pelajaran ini hanya 11 SMP/MTs yang mengikuti UNBK, maka diharapkan tahun pelajaran berikutnya sudah ada 20 hingga 25 SMP jadi peserta UNBK.Lanjut kata Pekey, dari 11 SMP/MTs yang menjadi peserta UNBK di tahun pelajaran 2017/2018 ini tercatat jumlah pesertanya sebanyak 1.248 orang, sementara jumlah sekolah peserta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) sebanyak 33 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 1.390 orang.Sehingga jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs untuk tingkat Kabupaten Nabire sebanyak 2.638 murid dari 44 sekolah peserta ujian, yang terdiri dari jumlah peserta laki-laki sebanyak 1.345 orang dan perempuan sebanyak 1.293 murid.Sementara untuk kegiatanj ujian tingkat SMP/MTs di Kabupaten Nabire dapat dikatakan berjalan aman dan lancar, meskipun disana-sini ada kekurangan yang muncul secara tiba-tiba yang tak disengajai, namun para kepala sekolah dan dewan guru tingkat SMP/MTs punya komitmen hati untuk dapat mensukseskan jalannya ujian. (des)
Bagikan artikel ini



