NABIRE - Sekolah Menegenah Pertama (SMP) Yayasan Tilemans Pendidikan Katolik SMP Santo Antonius Nabire, melaksanakan kegiatan pelepasan atau perpisahan sekolah peserta didik Kelas IX tahun pelajaran 2017/2018, secara resmi lepas dari sekolah kepada orang tua murid, Sabtu (19/5) bertempat di halaman SMP YPPK Tilemans Santo Antonius Nabire. Kepala SMP YPPK Tilemans Santo Antonius Nabire, Suster M. Yulia M. Ak,S.Pd dalam sambutannya menyampaikan, tiga tahun yang lalu rasanya cepat sekali mereka waktu itu, mendaftar masuk di SMP Santo Antonius siswa baru berjumlah 206  orang, kemudian setelah seleksi ada yang tidak lulus administrasi lainnya, hingga pindah sekolah dan ada pula yang menambah di kelas VII 177 siswa. Dikatakan Suster Tulis, sesuai  rombak kelas sehingga 177 siswa itu malah berlebihan dan kemudian kelas VIII turun lagi menjadi 167 siswa berkurang 10 siswa ini, dengan alasannya, ada yang kemauan orang tua dan ada pula yang tidak naik kelas lalu pindah sekolah. Kemudian di kelas IX turun lagi mereka 162 siswa berkurang menjadi lima siswa ketika mereka mengikuti UNTK ujian 161 siswa dan tercacat 162 dan waktu itu, dengan berbagai cara para dewan guru kita semua berusaha untuk memenuhi apa yang telah kita janjikan dan kita melaksanakan UNPK. Dan ini semua tidak lepas bantuan dari banyak orang dan dukungan dari banyak pihak. "Kami bersyukur sekali terutama pihak orang tua yang mendukung kami sehingga terlaksana UNPK itu juga para dewan guru, para komite sekolah dan terlebih lagi pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan Nabire memberikan bantuan komputer 30 unit dengan itu ujian kami dapat terlaksana dengan baik kami bersyukur terima kasih," katanya. Kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dainel Maipon, S.STP dalam arahan menyampaikan ucapan terima kasih kepada siswa dan para dewan guru selalu mengikuti berbagai kegiatan lomba baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun di tingkat nasional melalui di bidang pendidikan mendapat juara dan mengharumkan nama baik dinas khususnya dan umumnya Kabupaten Nabire ini kedepan juga dapat dipertahankan dan ditIngkatkan lagi. Pendidikan merupakan peranan penting dalam tiga komponen yang perlu kita laksanakan sebagai orang tua yakni, pertama pendidikan mulai dari keluarga,  kedua pemerintah dan ketiga para guru di sekolah dan ketiga komponen bersatu lalu kita laksanakan pasti pendidikan di daerah ini tetap akan maju dan berkembang untun menciptakan sumber daya manusia kedepan,” ujarnya. (modes)