DOGIYAI - Sekolah obor (Pito) Moanemani, Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai, Propinsi Papua Tengah merupakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPPK Santo Fransiskus Moanemani. Pihak guru dan murid belum libur. Nanti libur murni pada saat Paskah, yakni mulai malam Paskah, Kamis Putih dan Jumat Agung.

Mereka sekolah belum libur, karena pertama keyakinan mereka mesti balk. Mereka belajar takut akan Tuhan lebih dulu. Rajin berdoa ke gereja dan pergi sembayang guna menanamkan sejak dini. Yang kedua adalah ilmu belajar berbagai pengetahuan untuk kemajuan pribadi mereka, karena iman dan ilmu sangat amat penting dalam kehidupan kini dan nanti.

Demikian penegasan yang diumumkan Kepala sekolah SMP YPPK Santo Fransiskus Moanemani, Stefanus Iyai, S.Pd, dengan menambahkan, siswa pintar untuk mengumpulkan nilai biji, namun tidak disertai kerajinan, kelakukan dan kerapian.

Setiap orang tua kiranya dapa memperhatikannya. Dalam kesempatan itu, Stefanus Iyai juga menyampaikan, siswa memiliki catatan setiap minggu mencatat isi kotbah pastor dan ditandatangani pada buku catatan siswa yang bersangkutan.

“Orang tua siswa dan siswa yang bersangkutan harus mengerti itu. Kepsek umumkan juga soal Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran anak, akte nikah ayah dan ibu, sehingga dikemudian anak tidak ada masalah di sekolah,” katanya ketika ingin masuk ke sekolah tersebut.

Surat ini sangat penting, karena sekarang sistim online. Oleh sebap itu, setiap anak didik diajak untuk rajin berdoa, pergi ikut ibadah di gereja. “Kita tidak ada libur, mereka belajar. Siswa yang belum tau membaca, siswa yang pernah diluluskan masuk SMP YPPK Moanemani. Guru kami ajar ulang kepada siswa dan umumnya di gereja usai sembayang,” katanya.(don)