NABIRE - Hingga saat ini SMP YPBI Sion yang terletak di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, telah menamatkan IX angkatan lulusan. Tetapi faktanya hingga saat ini hanya memiliki 3 Rombongan Belajar (Rombel) yang tersedia.

Kekurangan Rombel ini membuat pihak sekolah tidak bisa menampung jumlah murid yang melebihi jumlah Rombel. Sehingga banyak lulusan SD di wilayah Samabusa, Air Mandidi dan Rawawudo terpaksa masuk ke SMPN 6 Nabire.

Sudah sekian awal tahun pelajaran, pihak sekolah terpasa menolak murid yang datang mendaftarkan diri pada SMP YPBI Sion. Karena sangat terbatas Rombel yang dimiliki sekolah.

“Ke depan kami minta adanya tambahan Rombel baru 2 hingga 4 Rombel. Hingga saat ini jumlah murid SMP YPBI sion berjumlah 87 murid,” kata Kepala Sekolah SMP YPBI Sion Samabusa, Yulianus Oraplean, S.Pd-K kepada Papuapos Nabire, Selasa (14/9/21).

Sementara jumlah Rombel yang tersedia hanya 3 Rombel yang digunakan semenjak berdirinya SMP YPBI Sion hingga saat ini. Sehingga untuk kedepan, pihaknya membutuhkan tambahan Rombel sebanyak 2 hingga 4 Rombel baru. Sebab berdasarkan data dan fakta di lapangan, pihaknya telah didukung 5 SD pendukung yang ada di wilayah Kampung Samabusa dan Kampung Air Mendidi yang telah meluluskan puluhan hingga ratusan murid pada setiap akhir tahun pelajaran.

Sementara fakta lain juga telah menunjukan bahwa selama 4 tahun berturut-turut, sebanyak 4 anak dari SMP YPBI Sion telah lulus tes program afirmasi Adem dan kini sedang menimbah ilmu di berbagai provinsi yang ada di luar Tanah Papua.(des)