NABIRE – Terkesan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Topo sedang kelebihan tenaga guru sehingga kepala sekolah bingung menentukan jadwal mengajar guru. Hal ini terkait dengan kredit point yang dipenuhi guru dalam penilaian tenaga kependidikan. Ketua Kelompok Kunjungan Kerja (Kunker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire ke Distrik Uwapa, Hj Katherin Maruanaya di ruang kerjanya, akhir pekan mengatakan, saat melaksanakan Kunker ke Topo khususnya saat meninjau SMP Negeri Topo, kepala sekolah mengaku kelebihan tenaga guru di sekolahnya. Dalam Kunker ke Distrik Uwapa, Selasa pekan lalu, Hj Katherin Maruanaya bersama anggota dewan Linus Douw dan staf dari Sekretariat DPRD. Ketua Kelompok Kunker DPRD ke Distrik Uwapa, Katherin mengungkapkan, sesuai penjelasan kepala sekolah, jumlah murid sedikit tetapi tenaga gurunya banyak sehingga saat menyusun jadwal pelajaran, satu mata pelajaran diasuh oleh dua tenaga guru. Kepala sekolahnya bingung untuk menentukan siapa yang dibebankan mengajar bidang studi tersebut.Karena, setiap guru dibebankan jumlah jam mengajar tiap bulan yang dipatok untuk mengejar syarat penilaian kompetensi tenaga kependidikan.Legislator ini menambahkan, kepala sekolah juga mengaku tidak mengerti, mengapa terjadi penumpukan guru di SMP Negeri Topo sehingga menyulitkan tenaga guru untuk mengejar kompotensi sebagai tenaga pendidik.Menanggapi terjadinya kelebihan tenaga guru di Topo, legislator yang juga merangkap sebagai pengurus salah satu cabang olahraga di Komite Olaraga Nasional (KONI) Kabupaten Nabire ini mengatakan akan memanggil dan menanyakan masalah penempatan tenaga guru kepada instansi terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire.(ans)