SMKN 1 Mampu Produksi Jenis Pupuk Organik, Tanpa Campuran Kimia
NABIRE - Pada Jurusan Agrobisnis tanaman di SMK Negeri 1 Nabire dikabarkan semenjak beberapa tahun lalu hingga saat ini, telah mampu memproduksi semua jenis pupuk organik tanpa menggunakan bahan campuran kimia, baik itu pupuk organik bahan padat maupun pupuk organik cairan.

NABIRE - Pada Jurusan Agrobisnis tanaman di SMK Negeri 1 Nabire dikabarkan semenjak beberapa tahun lalu hingga saat ini, telah mampu memproduksi semua jenis pupuk organik tanpa menggunakan bahan campuran kimia, baik itu pupuk organik bahan padat maupun pupuk organik cairan.
Semua jenis pupuk organik yang diproduksi pihak sekolah SMKN 1 Nabire ini tidak diperjualbelikan untuk umum, hanya digunakan untuk kalangan sendiri, karena bicara soal tanaman hias, sayuran dan buah lebih banyak dihasilkan pihak sekolah yang dijual kepada para konsumen atau masyarakat luas.
Untuk itu semua jenis pupuk organik yang diproduksi oleh pihak sekolah, tidak diperjualbelikan untuk umum dan produksinya dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan pada berapa luas lahan dan berapa jumlah tanaman yang akan ditanam.
Dikatakan Ketua Jurusan Agrobisnis dan Tanaman SMK N 1 Nabire, Aksan Dharmawan, SP.,M.P kepada Papuapos Nabire belum lama ini, keberhasilan sekolah dan peserta didik dalam memproduksi pupuk organik tanpa gunakan bahan campuran kimia ini untuk kalangan sendiri dan membutuhkan waktu satu bulan kita bisa hasilkan ratusan kilo pupuk.
Perlu diketahui, dalam memproduksi pupuk organik yang dilakukan selama ini, karena didukung dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat luar biasa, sehingga dalam pembuatan pupuk organik ini lebih cocok untuk tanaman sayuran, yang hingga kini terus ditanam dan dijual pihak sekolah.
Sehingga dengan luasan tanah milik sekolah yang ada saat ini, sudah bisa digunakan untuk tanaman sayuran, buah dan juga tanamana bunga hias dan semua hasil didapatkan dari hasil penjualan cukup memberikan kepuasan bagi sekolah, guru dan juga para peserta didik, tetapi pihak sekolah lebih fokus pada pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Imtek) agar kelak anak lulus bisa membuka lapangan kerja sendiri.(erens)
Bagikan artikel ini



