SMK Education Fair Perkenalkan Potensi, Usung Tema: Kreatif, Inovasi SMK Siap Kerja dan Wirausaha Hebat

NABIRE - Ketua panitia dalam event Education Fair, Dr. apt. H. Nur Alam Abdullah, S.Si., M.Farm. (K), menyampaikan kegiatan ini sudah diselenggarakan tahun kedua, dan dilaksanakan oleh 14 SMK dari 18 SMK yang ada di Nabire.
Adapun SMK yang tidak ikut dikarenakan faktor internal, pada prinsipnya mereka mendukung acara ini dan mudah-mudah tahun 2027 semua SMK bisa aktif dalam kegiatan ini.
"Tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan potensi kekuatan pendidikan vokasi, tahun ini kita mengusung tema kreatif dan inovasi untuk SMK bisa siap kerja dan wirausaha hebat," kata Nur Alam dalam wawancaranya sehabis pembukaan education fair, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, dalam pameran education fair ini menampilkan selain kompetensi keahlian masing-masing sekolah, pameran ini juga menampilkan siswa-siswi dalam berwirausaha. Ada produk-produk yang telah ditampilkan, seperti makanan dan minuman.
Dr. apt. H. Nur Alam Abdullah menyampaikan kekhawatirannya terhadap industri-industri yang menolak siswa-siswi Praktek Kerja Lapangan (PKL). Ia lantas menanggapi hal tersebut bahwa penolakan tersebut terjadi kurang lebih 5 tahun terakhir di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Kabupaten Nabire.
"Kami sangat risau, justru DUDI mampu bekerja sama, maka akan membuka lapangan pekerjaan, peraturan menteri kerja dan industri sebenarnya sudah ada, bahwa anak-anak vokasi ini harus difasilitasi, untuk mengembangkan potensi mereka dalam sistem keilmuan. DUDI harus bersinergi seharusnya," katanya.

Pesan dari Ketua MKKS dalam hal ini kepada pemerintah daerah untuk membuat peraturan daerah, bahwasannya kalau praktek kerja industri siswa-siswi dan ketika mau melakukan PKL di DUDI kalau boleh para pengusaha ini menerima anak-anak didik.
"Mereka ini haus ilmu, mereka ingin praktek dan ketika mereka ingin mengaplikasikan keilmuan mereka di dunia kerja, ini merupakan kesempatan yang bagus dan di situ terdapat, bakat-bakat siswa yang bisa direkrut sebagai karyawan baru," ujarnya.
Sesuai dengan semangat bersama, bahwa pihaknya ingin memperkenalkan SMK vokasi baik ke seluruh khalayak di Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah, bahwa kegiatan education fair ini sudah berjalan selama 2 tahun dan akan terus berjalan setiap tahun.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Nabire, Yohanes Singgamui, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan 18 SMK mempunyai jurusan yang berbeda dan hampir semua kebutuhan yang ada di Kabupaten Nabire ada. Ia menginginkan agar SMK se-Nabire bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Nabire.

"Seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) kami punya jurusan pertanian ada, peternakan, perikanan dan kalau memang kami dibutuhkan untuk menyuplai, kami punya jurusan-jurusan ini bisa berkembang dan ada pemasukan untuk jurusan," katanya.
Ia menjelaskan, perihal siswa-siswi yang ingin praktek sangat susah sekali, di mana belum adanya kerja sama dengan pemerintah daerah dan dunia industri. Dan undang-undang untuk praktek ini sudah ada, di mana harapannya agar dunia industri tidak menolak siswa-siswi dari SMK lagi.(edi)
Bagikan artikel ini



