NABIRE – Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan bebas distraksi, pihak SMA Negeri 1 Nabire mengambil langkah maju dengan melarang seluruh siswa membawa Handphone (Hp) ke sekolah. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga mendorong interaksi sosial yang lebih sehat antar siswa.

Secara resmi, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Nabire melarang siswa membawa Hp ke lingkungan sekolah, karena penyalahgunaan, pemicu di sekolah, siswa tidak tahu tempat dan waktu kapan saatnya main Hp dan kapan saatnya belajar. 

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar, mengajar dan mengembalikan interaksi sosial di sekolah.

Aturan ini berlaku untuk seluruh siswa di SMAN 1 Nabire. Di mana, pihak yang terlibat dalam penerapan kebijakan ini, yakni kepala sekolah, para guru, orang tua/wali murid, perwakilan dari lingkungan sekolah dan tentunya seluruh siswa.

Data yang ada, dari kebijakan ini mulai berlaku efektif pada tahun ajaran baru, yaitu pertengahan buIan Juli 2025 lalu. Larangan ini dikeluarkan setelah melihat dampak negatif penggunaan Hp di kalangan siswa, seperti menurunnya fokus belajar, meningkatnya potensi perundungan siber dan ketergantungan pada gawai. 

Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengembalikan metode belajar secara manual dan mendorong siswa untuk lebih aktif berinteraksi dengan teman-temannya disekolah.

Pertama menyangkut kebijakan ini disosialisasika aturan yang jelas, pemeriksaan pintu masuk, pengawasan di kelas dan lingkungan sekolah, kerja sama dengan orang tua.

Dan jika ada siswa ketahuan membawa Hp ke sekolah, maka akan dikenakan sanksi, yaitu teguran, penyitaan sementara, pemanggilan orang tua, sanksi lanjutan.

Tahun ajaran baru akan ada peraturan baru dari pihak sekolah dan siswa diperbolehkan bawa Hp. Dampak positif, dari pemberlakuan aturan tersebut, yakni peningkatan konsentrasi belajar, peningkatan interaksi sosial langsung, pencegahan kecurangan akademik, mengurangi potensi perundungan siber, meningkatkan prestasi akademik, mendorong kemandirian siswa, siswa memainkan game masa kecil. 

Sementara itu, dampak negatif diantaranya, menghambat komunikasi darurat, potensi isolasi bagi sebagian siswa, potensi pemberontakan siswa, menghambat pemanfaatan teknologi untuk belajar, tidak selalu meningkatkan nilai, suka bermain game terus.

Awalnya merasa terkejut dan keberatan, merasa tidak adil, mulai terbiasa tanpa Hp, peningkatan fokus di kelas, perubahan fokus dan interaksi, sehingga menyangkut kebijakan ini, diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar para siswa, tanpa gangguan dari notifikasi atau media sosial dan siswa dapat lebih fokus mendengarkan penjelasan guru dan menyerap materi pelajaran secara optimal.

Selain itu, meningkatkan interaksi sosial langsung. Larangan Hp mendorong siswa untuk berinteraksi lebih banyak secara tatap muka saat jam istirahat, yang dapat mempererat hubungan pertemanan mereka.

Mencegah kecurangan: Kebijakan ini dapat mengurangi potensi siswa untuk menyontek saat ujian dengan menggunakan Hp sebagai alat bantu.(kelompok 5, Desikah Ariantik, Dherven Alinsky Talantan, Franclyn oropa, Jaffray Agapa, Mikha daud, Nahla audira Azalea, 0lyvia Syafitri )