SMA LB Nabire Ikutkan Tujuh Peserta US di Tahun Pelajaran 2024/2025
NABIRE - Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA LB) Nabire, Provinsi Papua Tengah yang bernaung di bawah payung hukum Yayasan Petra Nabire, pada akhir tahun pelajaran 2024/2025 ini telah mengikutsertakan tujuh muridnya sebagai peserta Ujian Sekolah (US).

NABIRE - Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA LB) Nabire, Provinsi Papua Tengah yang bernaung di bawah payung hukum Yayasan Petra Nabire, pada akhir tahun pelajaran 2024/2025 ini telah mengikutsertakan tujuh muridnya sebagai peserta Ujian Sekolah (US).
Pada pembukaan US hari pertama yang langsung dibuka Kepala sekolah SMA LB Petra Nabire Provinsi Papua Tengah, Yosafat Nawipa, S.Pd, mengatakan, anak-anak yang menjadi peserta US di tahun ini adalah anak-anak yang sangat hebat dan luar biasa dalam sejarah pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus.
Untuk itu, selaku kepala sekolah meminta kepada panitia US bersama seluruh dewan guru yang bertugas selaku pengawas US di masing-masing kelas ujian agar benar-benar memberikan pengawasan dan pendampingan yang sangat serius dan bertanggung jawab.
Dikatakan Kepala sekolah SMA LB Nabire, Yosafat Nawipa, saat pembukaan US di Halaman SMA LB, Senin (17/3/25), semua manusia itu sama di mata Tuhan, hanya yang membedakan itu ada yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Sehingga yang telah memiliki kemampuan yang lebih itu, diwajibkan untuk memberikan kelebihan itu bagi sesama yang berkekurangan atau berkebutuhan khusus, agar kelak mereka juga sama walaupun ada kekurangan.
Karena dari 7 murid SMA LB yang mengikuti US di akhir tahun pelajaran 2024/2025 ini, ada 6 murid dari tunarungu dan satu murid Tuna Gracia, dengan demikian semua guru yang juga pengawas ruangan, memiliki tanggung jawab agar mereka bisa lulus dengan hasil atau nilai yang memuaskan.
“Harapan kami selaku kepala sekolah kepada Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerntah Provinsi Papua Tengah, tidak semua guru di sekolah berkebutuhan khusus ini berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga kedepan ada empat pegawai kami yang hanya guru honor mohon diperhatikan,” harapnya.
Dan jika di sekolah-sekolah umum lainnya di satu kelas bisa terisi 30 sampai 35 murid yang diajar oleh satu guru, tetapi di sekolah berkebutuhan khusus, seperti SD LB, SMP LB dan SMA LB itu dalam satu kelas hanya ada 1 murid yang bisa diajarkan oleh satu orang guru.(des)
Bagikan artikel ini


