NABIRE - Telah ketahui bersama bahwa pada beberapa tahun lalu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan dana bantuan hibah kepada pihak SMA Bhakti Mandala (BM) sebesar Rp1 miliar.

Dari dana bantuan hibah tersebut, pihak Yayasan Ikatan Keluarga Toraja bersama pihak sekolah telah menggunakan dana tersebut untuk pembangunan 4 ruangan kelas semi permanen berlantai dua yang hingga saat ini berdiri megah di lingkungan sekolah.

Sehingga dari bantuan dana hibah tersebut, pihak sekolah SMA BM kini sedang berjuang agar ada kelanjutan pembangunan kelas berlantai dua yang tentunya diharapkan bantuan itu datang dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Nabire.

Kepala sekolah SMA BM Nabire, Agustinus Ambadatu, M.Pd, kepada Papuapos Nabire, Sabtu (28/2/26) menambahkan, SMA BM milik yayasan IKATE Orang Toraja yang ada di Kabupaten Nabire, namun ada 99% anak Orang Asli Papua (OAP) terdaftar sebagai murid di SMA BM Nabire.

Sementara jumlah murid yang berasal dari non-OAP yang ada di SMA BM hingga saat ini bisa dihitung dengan jari, sedangkan jumlah murid terus meningkat di setiap awal tahun pelajaran, sementara jumlah ruangan kelas sangat terbatas.

Untuk itu, perjuangan kelanjutan pembangunan kelas berlantai dua terus terus menjadi impian dan harapan pihak sekolah agar ke depan seluruh siswa/siswi baru bisa diterima. Sebab dengan keterbatasan ruangan kelas sudah 4 tahun pelajaran SMA BM mengurangi jumlah pendaftaran murid baru.

“Dulunya SMA BM mencari murid baru, namun sudah 4 tahun pelajaran ini kami sangat kewalahan dengan banjirnya murid baru, sehingga pihak sekolah mengambil keputusan untuk penerimaan murid baru disesuaikan dengan ketersediaan ruangan kelas yang ada,” ungkap Ambadatu.(des)