NABIRE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan dengan menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) secara masif.

Kegiatan deteksi dini TBC ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Lapas Kelas IIB Nabire. Sebanyak 178 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk Rontgen Dada Chest X-Ray (CXR), sebagai langkah utama dalam skrining TBC.

Kepala Lapas Kelas IIB Nabire, Dodi Wijaya, menyatakan bahwa langkah ini merupakan perwujudan nyata dalam upaya menjaga kesehatan, mencegah penularan penyakit menular, dan mewujudkan lingkungan Lapas yang bersih dan sehat.

"Skrining kesehatan dan deteksi dini TBC ini sangat penting, mengingat TBC adalah penyakit menular yang rentan menyebar di lingkungan padat seperti Lapas. Dengan ACF TBC melalui Rontgen Dada, kita dapat menemukan kasus secara aktif dan masif, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan penularan dapat dicegah," ujar Kalapas, Dodi Wijaya.

Terlaksananya kegiatan ACF TBC ini merupakan hasil dari koordinasi dan sinergitas yang kuat antara Lapas Nabire dengan berbagai pihak. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) RI, dan Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Papua.

Pelaksanaan teknis skrining melibatkan Tim ACF TBC dari PT. Cito Putra Utama yang didampingi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan bersama Puskesmas Nabarua, Nabire. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan pelaksanaan skrining berjalan lancar dan akurat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Nabire untuk berpartisipasi aktif dalam program nasional pencegahan dan penanggulangan TBC. Melalui inisiatif ini, Lapas Kelas IIB Nabire bertekad untuk memastikan kesehatan optimal bagi seluruh warga binaan selama menjalani masa pidana.(pal/hum lapas)