NABIRE — Menyadari pentingnya literasi dan keterampilan menulis, SMA Negeri 1 Nabire mengajak para siswanya untuk mengikuti pelatihan jurnalistik langsung di Kantor Redaksi Papuapos Nabire. Kegiatan kolaboratif antara dunia pendidikan dan pihak media ini merupakan inisiatif dari pihak sekolah.

Diah Anindiah Said, S.Pd,Gr, guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Nabire mengatakan, jumlah siswa yang akan berkunjung ke Papuapos Nabire untuk mengikuti pelatihan sebanyak 11 kelas, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama beberapa hari ke depan. 

“Total kelas yang akan mendapatkan materi dari Papuapos sebanyak 11 kelas dari kelas XI SMAN 1 Nabire. Dan sepertinya karena terkait waktu dari pembelajaran, maka hanya diberikan per kelas satu kali kesempatan belajar di Papuapos selebihnya mereka akan output di lingkungan sekolah,” ujarnya, pada saat diwawancarai wartawan Papuapos Nabire, Rabu (24/9/25).

Dalam sesi pelatihan yang intensif, Diah menjelaskan, tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memberikan pemahaman praktis kepada para siswa mengenai seluk-beluk peliputan, teknik penulisan cerita yang menarik hingga proses kerja di balik layar sebuah media. 

"Ilmu ini bukan sekadar tugas di sekolah, melainkan bekal vital yang akan membuka banyak peluang karir bagi mereka kelak," tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Papuapos Nabire, Suroso, SE, sekaligus pemateri menjelaskan, teknik dasar penulisan berita, terutama mengenai konsep piramida terbalik. 

Menurut Suroso, dalam pembautan kerangka berita informasi yang paling penting atau inti dari sebuah berita (lead), harus ditempatkan di bagian paling atas. Sedangkan, informasi pendukung atau detail tambahan disusun secara berurutan di bagian bawah. 

Selain itu, ia juga membagikan pengalaman dan wawasan praktis mengenai proses peliputan di lapangan, termasuk cara mengumpulkan data dan fakta untuk membuat berita yang akurat. 

Hal ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa tentang bagaimana sebuah berita dibuat, mulai dari tahap perencanaan hingga penulisan akhir.

Lebih dari sekadar keterampilan dasar, pelatihan ini juga disiapkan untuk menghadapi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), khususnya pada cabang jurnalistik.  

Diah Anindiah mengungkapkan keprihatinan sekaligus harapannya. "Banyak media, termasuk Papuapos memiliki rubrik khusus untuk pelajar, namun minat menulis di kalangan siswa Nabire masih terbilang rendah. Kami berharap, kunjungan ini bisa menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi mereka untuk lebih aktif menuangkan ide dalam tulisan," harapnya.

Menutup wawancara, Diah memberikan pesan mendalam kepada para siswanya. "Tantang diri kalian untuk terus mendalami dunia kepenulisan, karena menulis adalah kebutuhan yang relevan sepanjang masa," ujarnya dengan penuh semangat. 

Tak lupa dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada seluruh tim Papuapos Nabire atas sambutan hangat yang telah diberikan. "Kami sangat berterima kasih. Semoga Papuapos Nabire terus berkembang dan semakin berjaya sebagai media kebanggaan masyarakat Papua," pungkasnya.(pal)