Sisdiknas Jakarta Beda dengan Papua Pedalaman
BOMOMANI – Sistim Pendidikan Nasional (sisdiknas) di Jakarta jauh berbeda dengan di Papua. Apa lagi sistim belajar dan mengajar di daerah pedalaman, pola yang diterapkan sekolah–sekolah yang ada di pedalaman Papua pada umumnya. Maka itu, program Menteri Pendidikan Nasional
Bagikan
BOMOMANI – Sistim Pendidikan Nasional (sisdiknas) di Jakarta jauh berbeda dengan di Papua. Apa lagi sistim belajar dan mengajar di daerah pedalaman, pola yang diterapkan sekolah–sekolah yang ada di pedalaman Papua pada umumnya. Maka itu, program Menteri Pendidikan Nasional, pendidikan kita di Indonesia mulai tahun 2014 ini akan disamakan dengan pendidikan di luar negeri.
Penjelasan menteri pendidikan dalam worksop di Hotel Sentani Indah, seluruh kepala sekolah se-Provinsi Papua bahwa dalam penjelasan menteri pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan kita di Indonesia akan disamakan dengan pendidikan di luar negeri. Salah satu peserta worksop, Anakletus Petege, kepala sekolah negeri Inpres Bomomani Distrik Mapia Kabupaten Dogiyai, protes keras dan membantah kepada menteri. Anakletus Petege membandingkan SD Negeri Inpres Jakarta dua lantai dengan gedung yang mewah dan segala fesilitas yang lengkap. Ini jauh berbeda dengan SD Negeri Inpres Piyaye atau di Unito Distrik Sukikai Selatan. Sekolah masih saja berlantai tanah, termasuk fasilitas belajar mengajar yang sangat tidak memadai. Bangunan sekolah sudah berusia semakin lapuk. Jatah beras juga gaji Jakarta terima tanggal muda di Jakarta, sedangkan di Piyaye terima seratus satu.Mencermati konsisi perbedaan pendidikan Jakarta dengan pendidikan di pedalaman Papua, sangat beda jauh. Sehingga Etus membantah sekaligus mengusulkan kepada meteri biar menteri bilang sistim pendidikan di Indonesia bisa disamakan dengan pendidikan di luar negeri, kususnya di sekitar Jakarta. Namun di Papua masih ketinggalan, tidak sama. Belum tepat program menteri untukd diterapkan di Papua.Usulan mantan kepsek sekarang Kepala Distrik Mapia Tengah yang baru-baru ini dilantik Bupati Dogiyai ini, menteri pun menanggapi dan menerima baik. Usulan tersebut, menteri kembali menyanyakan kepada James Modou ketika itu sebagai Kepala Dikbudpora Provinsi Papua. Apakah benar kondisi yang diceritakan atau disampaikan oleh peserta worksop tersebut ? Peserta menjawab benar, sehingga menteri kembali sampaikan dan memberi tugas untuk mendata dan berikan laporan lengkap kepada Kemeterian Pendidikan Nasional. Menteri memberikan tugas kepada Depdikbud Propinsi untuk mendata hal itu dan melaporkan. Apa yang diusulkan Etus Petege tak disa dipungkiri bawa pendidikan kita di Papua memang serba ketinggalan. Belum bisa kita samakan dengan pendidikan di ibu kota negara. Maka perlu ada perubahan melalui pendidikan usia dini (PAUD). Usulan Kepsek Negeri Inpres Bomomani yang bertugas lama SD tersebut ini, baik bila sekolah kita harus ada perubahan pola pendidikan nasional. Dengan metode baru melalui pola sertifikasi guru yang dicanangkan pemerintah. (Donatus Degei)
Bagikan artikel ini



