NABIRE – Hingga kini posisi PSBS Biak masih menjadi juru kunci klasemen pada kompetisi BRI Super League 2025/2026. PSBS Biak menduduki urutan ke-18 pada klasemen sementara dengan raihan 18 poin yang diraih dengan menjalani 25 kali laga. Saat ini, PSBS Biak berada di bibir jurang degradasi.

Meskipun tekanan sangat tinggi, pelatih PSBS Biak asal Rumania, Marian Mihail, tetap optimistis bisa membawa timnya keluar dari zona merah. Kompetisi masih menyisakan sembilan laga sisa yang dianggap sebagai partai penentuan hidup mati. Sembilan laga tersisa, 4 laga PSBS Biak sebagai tuan rumah, sementara 5 laga sisanya merupakan laga tandang.

Pada Senin 6 April 2026, PSBS Biak melakoni laga tandang melawan Bali United. Sabtu 11 April 2026 laga tandang ke markas Borneo. Sabtu 18 April 2026 PSBS Biak kontra Persija Jakarta. Jumat 24 April 2026 Persijap versus PSBS Biak. Selasa 28 April 2026 PSBS Biak kontra Malut United. Sabtu 2 Mei 2026 Persebaya kontra PSBS Biak. Jumat 8 Mei 2026 PSBS Biak versus Dewa United. Jumat 15 Mei 2026 PSBS Biak kontra Arema. Dan laga terakhir dimainkan Sabtu 23 Mei 2026 Bhayangkara kontra PSBS Biak.

"Bagi kami, setiap pertandingan adalah final. Saya berharap kami berhasil. Jika kondisi mental pemain baik, kami akan mampu menyelamatkan diri dari degradasi," tutur pelatih asal Rumania tersebut.

Sebagai bagian dari persiapan, PSBS sempat melakukan uji coba melawan PSIM Yogyakarta pada Jumat (27/3/2026). Dalam laga yang digelar di Stadion Mandala Krida itu, PSBS kalah telak 1-4.

Kendati kalah, Mihail mengaku mendapat pelajaran berharga dari rotasi pemain yang dilakukan. Ia memberikan kesempatan kepada beberapa talenta muda serta memantau kondisi pemain yang baru pulih cedera.

Kini, fokus utama tim beralih pada laga pekan ke-26 melawan Bali United. Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 6 April mendatang.


PSBS Biak Dalam Kondisi Sulit


Kondisi sulit sedang melanda PSBS Biak dalam mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik ini terpuruk di dasar klasemen sementara dengan berbagai persoalan internal. 

Selain performa lapangan yang buruk, masalah finansial menjadi sorotan tajam. Para pemain dilaporkan belum menerima hak gaji selama dua bulan, terhitung sejak Februari hingga Maret 2026.

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengakui bahwa situasi ini sangat berat bagi seluruh elemen tim. Namun, ia menegaskan bahwa staf kepelatihan tetap berupaya profesional dalam aspek teknis.

"Ya, itu masalah yang sangat sulit. Tapi dari sisi teknis kami tetap melakukan yang maksimal. Tim pelatih menyiapkan pemain secara taktik dan fisik," ujar Mihail pada Sabtu (28/3/2026).

Mihail menyebutkan penyelesaian masalah keuangan sepenuhnya berada di tangan manajemen. Ia berharap ada langkah konkret untuk mengembalikan motivasi finansial para penggawa Badai Pasifik dalam waktu dekat.

Persoalan hak pemain ini dikabarkan bukan kali pertama terjadi pada musim ini. Lebih parah lagi, PSBS Biak saat ini masih menjalani sanksi larangan transfer dari FIFA.

Induk organisasi sepak bola dunia tersebut menghukum PSBS dengan larangan aktivitas bursa transfer untuk tiga periode ke depan. Hal ini semakin membatasi ruang gerak tim untuk berbenah. (ppn)