NABIRE - Kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dengan Yayasan Masyarakat SM-3T Institute bukanlah sekadar kerja sama biasa, ini adalah perpaduan antara visi pemerintah yang progresif dengan semangat kemanusiaan yang luhur. 

Ini adalah sinergi yang melahirkan kemajuan, kolaborasi yang mengubah nasib dan kemitraan yang akan terus dikenang sepanjang masa dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Dikatakan Direktur Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI), Akhiruddin Haer, S.Pd., Gr., 519 guru Papua Tengah yang mengikut Pendidikan Profesi Guru (PPG) guru tertentu tahap 3 telah berhasil meraih kelulusan dengan gemilang. 

Sebanyak 282 guru Papua Tengah dari PPG guru tertentu daerah khusus terkendala internet juga telah berhasil menaklukkan semua tantangan dan meraih kelulusan. Total 801 guru Papua Tengah telah menyandang gelar baru sebagai pendidik profesional.

"Hari ini kita akan menyaksikan sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi yang bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari perjuangan yang heroik," kata Akhiruddin ketika berada di Ballroom Papua Tengah, Selasa (6/1/2025) lalu.

Ia menambahkan, ketabahan yang luar biasa, kesabaran yang tak terbatas dan semangat yang tak pernah padam. Kualitas-kualitas inilah yang telah membawa bapak dan ibu semua sampai ke titik kesuksesan hari ini. Kualitas-kualitas inilah yang membuat ia dan teman-teman di Yayasan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) kagum dan terinspirasi.

Akhiruddin menilai kesuksesan program PPG ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari transformasi besar-besaran pendidikan di Papua Tengah. 

“Hari ini kita menanam pohon, esok hari kita akan menuai buahnya. Hari ini kita membangun fondasi masa depan kita akan menyaksikan bangunan megah pendidikan Papua Tengah yang kokoh dan berwibawa,” katanya.

"Dengan 801 guru profesional yang bertugas dengan penuh tanggung jawab, kita membayangkan masa depan di mana setiap anak di Papua Tengah mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terkecuali. Kita membayangkan masa depan di mana kesenjangan pendidikan antara kota dan daerah terpencil dapat dieliminasi. Kita membayangkan masa depan, di mana anak-anak Papua Tengah dapat bersaing di level nasional bahkan internasional," ujarnya.

Transformasi pendidikan ini akan memicu transformasi sosial, ekonomi dan budaya yang lebih luas. Guru-guru profesional kita akan menjadi agen perubahan di masyarakat, akan menjadi pionir pembangunan di daerahnya dan akan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bermimpi dan berjuang meraih impian mereka.

Yayasan Masyarakat SM-3T Institute berkomitmen penuh untuk terus mendampingi pemerintah daerah Papua Tengah dalam memajukan pendidikan. “Ini bukan akhir dari kerja sama kita, ini adalah awal dari era keemasan pendidikan Papua Tengah yang akan terus kita bangun Bersama,” tambahnya lagi.

Ia juga turut serta berterima kasih kepada 801 guru hebat Papua Tengah yang telah menunjukkan kepada dunia bahwa semangat juang, dedikasi dan ketabahan adalah kunci dari segala kesuksesan.

"Saya akhiri sambutan ini dengan tekad yang bulat untuk sama-sama kita terus berjuang, dengan semangat yang membara untuk terus berkarya dan dengan harapan yang besar untuk masa depan pendidikan Papua Tengah yang lebih gemilang. Bersama kita bisa, bersama kita kuat dan bersama kita akan mencapai puncak kemajuan pendidikan yang kita cita-citakan," pungkasnya.(edi)