Sesungguhnya Pendidikan Karakter Tidak Membutuhkan Teori
NABIRE - Pendidikan Karakter yang tengah digenjotkan pada dunia pendidikan sampai–sampai pendidikan karakter dititipkan pada semua bid
NABIRE - Pendidikan Karakter yang tengah digenjotkan pada dunia pendidikan sampai–sampai pendidikan karakter dititipkan pada semua bidang studi atau matapelajaran oleh Menteri Pendidikan Nasional bagi semua jenjang pendidikan. Sesungguhnya pendidikan karakter itu bukan barang titipan yang harus dititip, dan pendidikan karakter itu juga tidak membutuhkan teori belaka, tetapi membutuhkan fakta kerja yang nyata.
Karena untuk mengubah perilaku moralitas peserta didik atau anak sekolah agar terjaga moralitasnya, disarankan agar 3 stakeholder harus berperan aktif yakni, pihak gereja, keluarga dan juga lembaga pendidikan atau sekolah. Dimana pihak sekolah tidak hanya mengejar teori pelajaran untuk menuntaskan kurikulum, tetapi pada Pelajaran Agama dan Pendidikan Kewargaan Negara (PKn) lebih fokus pada pemberian tugas.
Demikian dikatakan Kepala Bidang SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Melkias Pekey, S.Pd.S.Ip.,MM kepada Papuapos Nabire, Selasa (15/9) di ruang kerjanya seraya menambahkan, untuk mendapatkan karakter anak yang lebih baik guru agama dan PKn tidak hanya mengejar teori. Untuk itu, orang tua dalam keluarga diminta untuk lebih banyak memberikan pengawasan dan anak dapat diminta untuk terus beribadah di gereja atau masjid.
Sementara tugas guru di sekolah lebih banyak memberikan tugas-tugas literasi bagi peserta didik diawal pelajaran dan juga diakhir pelajaran sebelum jam pulang sekolah. Sebab untuk mendapatkan pendidikan karakter yang baik dan benar, bukan didapatkan lewat teori, tetapi harus dibuktikan dengan praktek langsung agar anak lebih memahami pendidikan karakter yang dimaksud.(des)
Bagikan artikel ini



