NABIRE - Senin malam, 13 Agustus 2018, sesosok jasad atau mayat tanpa identitas ditemukan masyarakat di sekitar pinggiran Tanjung Makimi, Distrik Makimi Kabupaten Nabire. Jasad berjenis kelamin laki-laki pertama kali ditemukan warga dan telah dilaporkan Kepala Kampung Makimi kepada pihak Polsek Makimi. Kapolsek Makimi Iptu Agus Suprayitno ketika dikonfirmasikan media ini, Selasa kemarin melalui sambungan telepon selulernya mengatakan, kronologis penemuan jasad tanpa identitas tersebut dari laporan masyarakat melalui Kepala Kampung Makimi. Dimana, awalnya Kepala Kampung Makimi Lambert Woroboni melaporkan ke Polsek Makimi yang menyatakan telah menemukan sesosok mayat berkelamin laki-laki tanpa identitas dipinggir pantai Tanjung Makimi. Berdasarkan laporan itu, tindakan Kapolsek Makimi bersama 7 personil anggota setelah menerima laporan tersebut mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam melakukan olah TKP.Olah TKP tersebut, dilakukan lanjut Kapolsek Makimi, untuk mencari bukti-bukti awal dan saksi-saksi. Selanjutnya, Kapolsek Makimi melaporkan ke pimpinan dalam hal ini ke Polres Nabire dan dari bapak Kapolres Nabire memerintahkan tim dari Reskrim untuk mendatangi TKP.Sekitar satu jam kemudian, tim Reskrim Polres Nabire tiba di lokasi kejadian dipimpin oleh Ipda Petrus Paranoan yang akrab dipanggil Abang Panji. Kemudian dilakukan evakuasi dengan ambulans menuju RSUD Nabire guna dilakukan atau untuk divisum/ tindakan media untuk mengetahui identitas atau ciri-ciri pada jasad tersebut.Dengan ditemukan jasad tersebut, pihak Polsek Makimi menginformasikan kepada masyarakat, apakah atau kalau ada anggota keluarga yang hilang, sampai saat ini terang Kapolsek Agus Suprayitno, dan kemarin belum ada anggota keluarga korban yang hilang sekitar Makimi atau Napan. Dan mayat posisinya sekarang di kamar jenasah. Apabila 2 hari tidak ada korban, maka aparat kepolisian akan melakukan penguburan.Informasi terakhir, ketika media ini mengkonfirmasikan ke Polres Nabire menyebutkan, ada pihak korban yang datang di kamar jenasah, namun hingga berita ini tulis belum dapat dipastikan identitas korban. Sementara itu, Kapolres Nabire melalui Kasat Reskrim yang diwakili Ipda Panji, yang menjabat pelaksana tugas Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Nabire ketika dikonfirmasikan media ini membenarkan adanya penemuaan mayat tersebut. Mayat diduga korban hanyut ataupun tenggelam. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan ataupun kekerasan, sehingga dipastikan mayat bukan korban pembunuhan. Mayat dalam kondisi sulit dikenali, lantaran sudah membekak dan membusuk karena diperkirakan meninggal dalam beberapa hari dan didalam air atau di laut. (wan)