Senin Depan, DPRD Dogiyai akan Panggil Eksekutif
NABIRE – Senin pekan depan (10/8) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai akan memanggil eksekutif, Bupati Dogiyai ber
NABIRE – Senin pekan depan (10/8) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai akan memanggil eksekutif, Bupati Dogiyai bersama pihak terkait untuk mempertanyakan prosees dan hasil seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 Kabupaten Dogiyai yang diumumkan awal pekan ini.
DPRD akan memanggil eksekutif karena ada temuan nama lulusan antara pengumuman lulusan asli dengan pengumuman kelulusan yang diumumkan ke publik.
Ketua DPRD Kabupaten Dogiyai, Elias Anou lewat telepon selulernya dari Bomomani, Dogiyai, Kamis (6/8) malam mengatakan dewan akan memanggil eksekutif, Bupati bersama Sekda dan instansi terkait dengan penerimaan CPNS formasi 2018 yang diumumkan awal pekan ini.
Karena, ditemukan perbedaan nama antara pengumuman yang asli dengan pengumuman kelulusan yang diumumkan ke publik.
Ketika ditanya, apakah DPRD Dogiyai tidak membentuk Pansus CPNS tetapi hanya memanggil eksekutif, Elias Anouw mengatakan dewan akan memanggil eksekutif untuk menjawab tuntutan masyarakat saat demo yang dilaksanakan, Selasa (4/8) ke Kantor DPRD Dogiyai.
Menurut Ketua, Elias Anou, dewan akan mempertanyakan perbedaan nama antara daftar lulusan CPNS asli dengan daftar lulusan CPNS yang diumumkan ke publik, karena terdapat adanya perbedaan nama lulusan CPNS.
Perubahan nama lulusan CPNS di Dogiyai, tidak hanya kali.
Menurut pantauan media, pengumuman lulusan CPNS kali lalu juga terjadi perbedaan antara nomor peserta dengan nama lulusan.
Ketika pemilik nomor peserta mempertanyakan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) saat itu, petugas dari BKD Dogiyai menjawab, ikuti saja seperti nama yang lulusan, bukan berdasarkan nomor peserta.
Ketua DPRD, Elias Anou, menjawab pertanyaan media, apakah nanti akan mempertanyakan sekolah-sekolah siluman yang diumumkan ke publik, Anou mengatakan dewan akan mempertanyakan hal itu juga untuk mendengarkan langsung jawaban pemerintah.
Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, salah satu rekomendasi yang akan disodorkan kepada pemerintah di dalam dengar pendapat, dewan akan merekomendasikan agar penerimaan CPNS kali depan, hanya untuk pencari kerja dari Dogiyai, orang asli Papua (OAP).
Sebab, penerimaan CPNS di Paniai tahun ini hanya OAP karena dari awal sudah dibatasi hanya untuk OAP sehingga tidak ada non OAP yang mengikuti seleksi.
Oleh sebab itu, dalam dengar pendapat nanti, DPRD Dogiyai juga akan meminta eksekutif agar penerimaan CPNS kali berikut hanya untuk orang Dogiyai, orang asli Papua.(ans)
Bagikan artikel ini



