NABIRE - Dalam rangka menjaga nilai budaya tarian adat asli Papua dan mempromosikan tarian Yosim Pancar (Yospan), semenjak awal semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 semua murid SMP Negeri 4 Nabire diwajibkan untuk mengetahui tarian Yospan, sehingga tarian Yospan menjadi kegiatan rutinitas senam yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Dan hingga kini dari 586 murid SMPN 4 Nabire, 90 persen anak sudah tau dan hafal tarian Yospan yang baik dan lancar, sehingga pihak sekolah telah menerapkan lewat kelas masing-masing dan masing kelas punya mentor atau pelatih yang tugasnya memberikan latihan kepada teman-temannya sendiri di jam pelajaran olahraga maupun jam pelajaran seni. Karena lewat para peserta didik SMP inilah akan terlihat nilai budaya Papua yang diminati akan tetapi juga dilestarikan sebagai satu asset kekayaan bangsa. Sebab Yospan mempunyai nilai edukasi budaya Papua yang harus terus diperkenalkan dari masa ke masa, juga dari generasi ke generasi semua suku, agama dan golongan yang ada diatas tanah Papua. Demikian terang Kepala SMP N 4 Nabire H. Suwandi, S.Pd,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Rabu (29/11), di halaman sekolahnya seraya menambahkan, setelah semua murid SMPN 4 Nabire tau dan bisa tarian Yospan, ditargetkan pada tahun 2018 pihak sekolah kembali menerapkan tarian Sajojo kepada semua murid atau peserta didik. Dan hingga kini bukan tarian Yospan dan Sajojo saja yang wajib diketahui anak murid, akan tetapi juga semua siswa/siswi SMPN 4 Nabire diwajibkan untuk bisa menyanyikan dan menghafal lagu dengan bahasa daerah asli Papua sebanyak 10 lagu, dengan harapan lewat pendidikan kita titipkan budaya Papua untuk lebih dikenal. Untuk itu, Yospan yang hanya durasi lagunya 17 menit dapat membuat anak-anak bisa bergerak bebas dan mengayongkan langka sebagai bentuk kegiatan olahraga yang berseni yang bisa bisa ditonton dan memberikan hiburan bagi orang lain, dan budaya tarian asli Papua mempunyai nilai jual yang sangat tinggi nilainnya.(des)