NABIRE - Semangat menumbuhkan wirausaha baru di kalangan industri kecil mendapatkan angin segar di Nabire. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) secara resmi memulai pelatihan penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru bagi Industri Kecil yang berlangsung selama empat hari, mulai dari 13 hingga 16 Oktober 2025.

Kegiatan yang dibuka Senin (13/10/2025) di Aula Gedung Gereja Maranatha ini diikuti oleh 54 calon wirausaha lokal. Ketua Panitia dari Kemenperin, Eko Prasetyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini didasari oleh potensi wirausaha yang sangat besar di Nabire, dan ia secara khusus mendorong agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses.

Adapun tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membekali calon wirausaha dengan pengetahuan dasar dan strategis agar mereka siap memulai dan mengembangkan usahanya. "Kami harapkan kegiatan ini dapat bermanfaat untuk semua peserta," ujar Eko Prasetyo di hadapan para peserta.

#Fokus Pembinaan Teknis Beragam Sektor

Setelah sesi pembukaan, kegiatan akan dilanjutkan dengan pembinaan teknis penumbuhan dan pengembangan wirausaha pada 14 hingga 16 Oktober 2025. Pembinaan ini difokuskan pada tiga sektor industri kecil yang spesifik dan dibagi rata dengan masing-masing 18 peserta.

Sektor pertama adalah penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru untuk Industri Kecil (IK) Pangan, Sandang, Kulit dan Bahan Bangunan. Dalam kesempatan ini, fokusnya adalah pada pengolahan kopi.

Sektor kedua mencakup IK Kimia, Farmasi, Tekstil dan Kerajinan, dengan spesifik pada kerajinan Batik. Sedangkan, sektor ketiga adalah IK Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, yang akan berkonsentrasi pada jasa Servis HP.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yohanes Aris Pakombong, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Kemenperin ini, menyebutnya sebagai bagian dari semangat dalam menumbuhkan wirausaha baru. Ia meyakini bahwa acara ini akan menjadi langkah awal yang baik bagi para peserta.

Yohanes juga secara gamblang mengakui bahwa memulai dan mengembangkan usaha bukanlah hal yang mudah, terutama dalam menghadapi tantangan permodalan. Oleh karena itu, dirinya menyampaikan harapan kepada Kemenperin untuk mempertimbangkan adanya bantuan peralatan ke depan.

"Kami harapkan kepada bapak/ibu ke depan kalau bisa ada bantuan peralatan, supaya para pelaku usaha ini tidak hanya sekadar dapat pelatihan tetapi juga bagaimana mereka bisa mengembangkan bisnis mereka," tegasnya, menyoroti pentingnya dukungan konkret selain pelatihan.

Menutup sambutannya, Yohanes Aris Pakombong, mendorong para peserta untuk tidak takut mencoba hal baru dan mengambil risiko yang terukur, mengingatkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Ia juga menekankan bahwa para wirausaha tidak sendiri, sebab ada dukungan dari pemerintah serta perbankan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 16 Oktober 2025 akan dilaksanakan kunjungan usaha atau industri yang disesuaikan dengan fokus komoditas masing-masing kelompok peserta. 

Seluruh kegiatan pelatihan ini dibebankan pada DIPA Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan dan konektivitas yang bermanfaat bagi kelangsungan bisnis para peserta.(sam)