Semangat Merah Putih di Tengah Hujan, Nabire Peringati HUT ke-80 RI dengan Khidmat

NABIRE - Hujan rintik-rintik yang membasahi Lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Nabire tak sedikit pun memudarkan semangat juang. Pada Minggu, 17 Agustus 2025, warga Nabire berkumpul dengan khidmat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., ini berlangsung dengan penuh kesederhanaan, namun sarat makna.
Momen puncak upacara, yaitu pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih, menjadi saksi bisu ketangguhan para putra-putri terbaik daerah. Meskipun lapangan basah dan dingin, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersama personel TNI/Polri tetap tegak berdiri, menjalankan tugas mulia mereka.
Gerakan yang serasi dan penuh presisi berhasil membuat Bendera Merah Putih berkibar sempurna, mengundang decak kagum dan rasa haru dari seluruh peserta upacara.
Sebelumnya, suasana hening menyelimuti lapangan ketika Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolin Worabay, S.SoS.,M.IP., membacakan Teks Proklamasi. Suaranya yang lantang dan tegas seolah membawa kembali ingatan pada momen-momen heroik para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan bangsa.
Tahun ini, perayaan peringatan HUT RI di tingkat kabupaten terasa istimewa. Berbeda dari dua tahun sebelumnya 2023 dan 2024, ketika Pemkab Nabire bergabung dengan perayaan di tingkat provinsi, di tahun 2025 ini Nabire melaksanakan upacara secara mandiri.

Keputusan ini menunjukkan kemandirian dan kesiapan Nabire untuk mengorganisasi perayaan yang sakral. Usai upacara, Bupati Mesak Magai menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan awak media.
Dengan wajah penuh senyum, ia menyampaikan rasa bangganya terhadap para Paskibraka. "Meskipun cuaca tidak stabil, mereka tetap berjuang dan berhasil," pujinya.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Mesak Magai mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Nabire akan memberangkatkan seluruh anggota Paskibra ke Jakarta. "Kami siapkan tiket pulang-pergi untuk anak-anak. Ini motivasi agar mereka fokus membangun karakter dan jati diri, menjauh dari hal-hal negatif," tuturnya.
Ia percaya bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi para Paskibra untuk terus berprestasi. "Mereka harus tahu bahwa ikut kegiatan seperti ini ada manfaatnya, ada pengakuan atas kerja keras mereka," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Mesak Magai juga menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh masyarakat Nabire. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama membangun keluarga yang sejahtera, meningkatkan ekonomi dan memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.

Menurutnya, masa depan anak-anak sangat ditentukan oleh peran orang tua. "Jadi yang menentukan masa depan anak ada pada orang tua. Itu yang saya harapkan," ungkapnya.
Dengan usia kemerdekaan yang mencapai 80 tahun, jika diibaratkan manusia, usia ini sudah tergolong tua, Mesak Magai mengingatkan bahwa ini adalah saatnya fokus pada kemandirian. "Kita bicara untuk pembinaan, kemandirian ekonomi, kemandirian pendidikan dan kemandirian kesejahteraan keluarga," pungkasnya.
Peringatan HUT ke-80 RI di Nabire bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, ia adalah momen refleksi untuk memupuk semangat kebersamaan dan membangun Nabire menjadi kota yang lebih maju. Sebagai kota sentral, Nabire memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kemajuan di Papua Tengah.(amd)
Bagikan artikel ini



