NABIRE - Semarak menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya terasa di gedung-gedung pemerintahan atau pusat perbelanjaan, namun juga di pinggir jalanan Nabire. Salah satunya terlihat di samping Hotel Maju, di mana Dandan Suganda, seorang penjual bendera musiman asal Garut, setiap hari menjajakan bendera Merah Putih dalam berbagai ukuran, termasuk umbul-umbul. Pemandangan ini seakan menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan mulai menggelora di hati masyarakat.

Dandan, sapaan akrabnya, ditemui pada Senin (28/07/2025), menjelaskan bahwa berjualan bendera merupakan rutinitas tahunannya menjelang 17 Agustus. 

"Jualan bendera ini menyambut Hari Kemerdekaan," ujarnya sembari merapikan tumpukan benderanya. Ia memulai aktivitas berjualannya sejak pukul 7 pagi dan baru beranjak pulang pada pukul 5 sore, berharap dapat meraup rezeki dari setiap helaan angin yang mengibarkan bendera jualannya.

Pria paruh baya ini tidak sendirian dalam perjalanannya mengais rezeki. Dandan membawa serta rombongan dari kampung halamannya yang berjumlah 10 orang, menyebar di beberapa titik strategis di Nabire. 

Solidaritas dan semangat gotong royong terpancar dari kisah Dandan, di mana ia tidak hanya mencari nafkah untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kerabatnya untuk merasakan berkah dari momen kemerdekaan ini.

Penghasilan harian dari penjualan bendera ini bervariasi, tergantung pada antusiasme pembeli. Meskipun demikian, Dandan tetap optimistis dan bersyukur atas rezeki yang diperolehnya. Setiap bendera yang terjual bukan hanya sekadar lembaran kain, tetapi juga representasi dari semangat nasionalisme dan kebanggaan akan tanah air.

Uniknya, setelah musim penjualan bendera usai, Dandan tidak lantas berdiam diri. Ia memiliki strategi lain untuk terus mencari nafkah, yaitu dengan berjualan dompet. Hal ini menunjukkan kegigihan dan adaptasi Dandan dalam menghadapi dinamika pasar, membuktikan bahwa seorang pedagang sejati akan selalu menemukan cara untuk bertahan dan berkembang.

Kisah Dandan Suganda menjadi cerminan dari perjuangan para pedagang musiman yang setiap tahunnya hadir menyemarakkan hari kemerdekaan. Lebih dari sekadar mencari keuntungan, mereka turut serta dalam menjaga dan menularkan semangat nasionalisme melalui simbol-simbol kebanggaan bangsa.(sam)