Sekretariat Dirusak, Aktivis Gereja Akan Lapor Polisi
Jayapura - Aksi teror yang dialami aktifis dari gereja Kingmi di Enarotali akan segera dilaporkan ke pihak kepolisian."Kasus ini saya sudah anjurkan ke aktivis gereja yang di Enarotali untuk segera membuat laporan polisi, agar bisa diusut lebih lanjut," kata Ketua Sinode KI
Bagikan
Jayapura - Aksi teror yang dialami aktifis dari gereja Kingmi di Enarotali akan segera dilaporkan ke pihak kepolisian."Kasus ini saya sudah anjurkan ke aktivis gereja yang di Enarotali untuk segera membuat laporan polisi, agar bisa diusut lebih lanjut," kata Ketua Sinode KINGMI di Tanah Papua, Pdt Benny Giay pekan lalu.
Rumah aktivis gereja KINGMI di Enarotali, Kabupaten Paniai dikabarkan dirusak dan kabel aliran listriknya dicabut oleh orang tak dikenal, demikian laporan yang diterima oleh Benny Giay, dari aktifis.Rumah yang sekaligus sebagai sekretariat berada tak jauh dari lapangan terbang dan juga pos militer setempat. "Karena, aktivis kami itu juga yang memberikan laporan awal tentang peristiwa kekerasan pada 8 Desember 2014 yang menewaskan sejumlah warga sipil dan lainnya luka-luka," kata Giay.Secara terpisah Ketua Dewan Adat Daerah Paniai Jhon Gobai ketika dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan bahwa ada rumah atau sekertariat gereja KINGMI yang dirusak. "Iya, benar. Pagi tadi saya konfirmasi ke Pdt Niko Degei. Dan hal itu dikatakan demikian," katanya.Menurut Gobai, seperti yang disampaikan oleh Pdt Niko Degei, sekertariat Gereja KINGMI dirusak dan kabel aliran listriknya dicabut pada waktu malam hari pada pekan ini. "Hanya, waktu itu Pdt Niko Degei dan warga disekitar belum tahu siapa pelakunya. Kejadiannya malam," katanya.Hal ini, kata Gobay, menunjukkan bahwa intimidasi dan teror sudah mulai berjalan di Enarotali, Kabupaten Paniai kepada para saksi. "Ini kan yang diteror adalah aktivis gereja, yang melaporkan kejadian kekerasan waktu Desember, kalau lambat bertindak bisa-bisa terjadi tindakan yang lain lagi. LPSK dan Komnas HAM harus segera kesana," katanya.Ia mengatakan jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa. "Bisa saja terjadi kekerasan disana. Semua pihak harus terus mendorong hal ini, jangan didiamkan," kata Gobay.Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Patrige menyatakan belum ada laporan terkait pengrusakan rumah atau teror aktivis gereja di Enarotali, Kabupaten Paniai. "Belum ada laporan tentang teror akvtivis," katanya. (ist)
Bagikan artikel ini



