Sekolah GenIUS Lepas 77 Pelajar, 6 Diantaranya Pengiriman Meki Nawipa
NABIRE - Sekolah GenIUS resmi melepas peserta didik pada tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 77 pelajar, di Ballroom Sekolah GenIUS Tangerang, Banten, Sabtu (21/6/25).

NABIRE - Sekolah GenIUS resmi melepas peserta didik pada tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 77 pelajar, di Ballroom Sekolah GenIUS Tangerang, Banten, Sabtu (21/6/25).
Sebanyak 6 dari 77 peserta didik adalah pengiriman dari Pemerintah Kabupaten Paniai pada masa pemerintahan Meki Nawipa (kini gubernur pertama Papua Tengah).
“Ada 6 pelajar yang merupakan hasil buah tangah Gubernur Meki Nawipa saat menjabat sebagai Bupati Paniai. Mereka adalah Hana Gobay (kelas XII), Jenny Nawipa (kelas XII), Jelince Degei (kelas XII), Louis Nawipa (kelas XII), Yohana Tekege (kelas XII), dan Agung Mote (kelas IX),” dalam keterangan tertulis yang diterima dapur redaksi Papuapos Nabire, Minggu (22/6/25).
Direktur Sekolah GenIUS, Esther K. Wirawan dalam sambutannya menyebutkan, dari 77 pelajar tersebut pengiriman dari sejumlah daerah di Indonesia Timur, seperti dari Paniai, Sorong, Pegunungan Bintang, Mappi, Boven Digoel, Tanimbar, dan pengiriman dari Manokwari Selatan.
“Anak-anak mereka tamat dari beberapa tingkat kelas. Ada 9 siswa kelas VI, 35 siswa kelas IX, dan 33 siswa kelas XII,” ujar Esther, sontak menyampaikan selamat kepada 77 siswa-siswi yang berhasil lulus dan mengikuti acara pelepasan tersebut.
Esther mengaku, pola pendidikan yang diterapkan sekolah GenIUS selalu berorientasi pada dampak konkret sekaligus bermakna sehingga tidak hanya sebatas formalitas belaka.
“Tujuan kami adalah bagimana menumbuhkan nilai-nilai karakter individu, agar paserta didik lebih siap menghadapi persoalan kehidupan nyata,” kata Esther.
Esther mengaku, pihaknya selalu mendorong siswa agar dapat berpikir kritis dan ilmiah. Karakter ini merupakan visi besar sekolah GenIUS, yakni “Menjadi sekolah berbasis riset dalam bidang sains, matematika, teknologi rekayasa, dan seni bagi siswa untuk mewujudkan Indonesia Jaya”.
“Visi tersebut masih terus kami dengungkan sampai saat ini demi mengembangkan anak-anak Indonesia Timur dari “pelajar” menjadi “profesional” yang siap memberikan kontribusi kepada masyarakat,”katanya.
Esther berpesan, acara pelepasan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan sebuah awal babak baru untuk meniti langkah demi langkah menggapai cita-cita.
“Ingatlah bahwa putus asa bukan pilihan. Kalian adalah para perintis. Maka tempuhlah semua peluang dengan optimis dan keyakinan penuh. Masa depan Indonesia Timur ada di tangan kalian,” tutur Esther menutup. (you)
Bagikan artikel ini



