Jayapura,- Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen meminta para pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, untuk tidak meminta-minta jabatan.   Menurutnya, PNS bekerja saja jangan memikirkan jabatan, karena jabatanlah yang mencari kita. "Jangan coba-coba meminta jabatan, saya beberapa bulan terakhir usir banyak orang karena datang meminta jabatan. Saya tidak mau orang meminta jabatan, mohon maaf karena saya tidak pernah minta jabatan, harus jabatan yang mau minta kita, karena itulah tanggung jawab," kata Sekda Hery Dosinaen saat melantik lima pejabat eselon IV di lingkungan Biro Humas dan Protokoler, di Aula Dinas Infokom Jayapura, Papua, Kamis (26/6). Seluruh pegawai harus memahami hal tersebut, karena dalam pelaksanaan tugas semua adalah abdi negara dan masyarakat. "Yang paling utama Kita adalah pelayan, bagaimana melayani masyarakat. Ketika saya dilantik, pertama saya memberikan sambutan waktu itu saya sempat mengatakan, tidak ada PNS yang lebih hebat dari PNS lainnya, tidak ada PNS yang lebih penting dari PNS lainnya, kita semua, yang membedakan adalah tugas dan tanggungjawab yang tertera dalam struktur organisasi yang ada, itu yang membedakan kita," tambahnya. Untuk itu. lanjutnya, seluruh pegawai harus membangun image baik dalam menjalankan tugas, bekerja dengan tulus dan jangan pernah sombong serta tidak dalam pengaruh minuman keras (Mabuk) saat jam kerja. "Mungkin dalam ajaran agama, Pastor ada, Pendeta ada, Ustad ada, disitu dikatakan, kalau orang sombong sudah mencuri kemuliaan Tuhan. Jadi bapak ibu berlima yang baru dilantik jangan pernah sombong. Sombong itu suatu saat kita akan jatuh dan terkapar, kita harus rendah hati tapi tetap berkualitas," ujarnya. Terkait dengan pelantikkan, kata Sekda, ini memang agak terlambat terkait dengan kelembagaan, tetapi harus dimaklumi bersama karena ada perubahan nomenkelatur perturan daerah yang tentunya disetiap ada kepemimpinan yang baru pasti ada kebijakan-kebijakan yang baru dalam menempatkan personil dalam struktur organisasi yang ada. "Berulang kali saya selalu berbicara, dependent antara birokrasi dengan jabatn politis tidak dipisahkan, kehadiran dalam birokrasi atas dasar politis, karena pejabat tertinggi adalah pejabat politis, dan ini tidak bisa kita pungkiri bersama. Semuanya ini seiring sejalan karena pejabat politis memiliki kewenangan untuk mengangkat, memberhentikan, memindahkan, mengadakan PNS. Pejabat politis adalah posisi pada Buapti/Walikota dan Gubernur, ini adalah kewenangan yang diatur oleh regulasi," jelasnya. Menanggapi itu, Hery Dosinaen berharap seleuruh pegawai tetap dalam bingkai pemerintahan saat ini, dengan berbagai kebiajakan yang cukup fantastis yang orientasinya pada masyarakat. "Kita harus menangkap semuanya dengan cepat. Jangan sampai gubernur sudah 10 langkah kita baru 2 langkah, kalau gubernur 10 langkah kita harus lebih 20 langkah dari beliau, jadi saya harap kita semua secara struktural, secara ekselonering, baik ekselon II, III dan IV sama-sama seiring sejalan. Para ekselon IV yang baru dilantik saya harap saudara bisa memanage staf yang ada didalam, secara struktural juga saudara memberikan report kordinasi secara fertical kepada pejabat diatasnya," katanya.