Sejumlah OPD Ikut Kunker Gubernur Meki ke Intan Jaya
INTAN JAYA - Beda dari biasanya, kali ini Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa memboyong sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lawatanya ke Kabupaten Intan Jaya mengunakan burung besi atau pesawat terbang.
Kedatangan Gubernur Meki Nawipa bersama rombongan, disambut langsung Bupati Intan Jaya, Aner Maisini dan Wakil Bupati Intan Jaya Elias Igapa bersama Masyarakat, di Lapangan Terbang Domestik Kelas III Bilorai, Selasa (8/7/25) pagi.
Lapangan terbuka di Kampung Pogapa, Distrik Homeyo ini, Gubernur Papua Tengah bersama Bupati Intan Jaya melakukan tatap muka dengan masyarakat.
Gubernur mencatat, rakyat keluhkan rincian kebutuhan mereka yang terpendam selama ini. Suasana rasa keluargaan itu benar-benar tercipta, dan menyentuh hati kecil orang nomor satu di Papua Tengah ini.
Raut wajah Meki pun tiba-tiba berubah sedih, sembari menatap, mencatat, setiap kalimat yang terucap polos dari lubuk hati masyarakat setempat.
“Sudah cukup!, air mata di negeri ini harus dibayar dengan pembangunan,” ujar Meki mata agak berkaca.
Meki menuturkan, semua yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat yang ditunjuk telah dicatat olehnya, maupun oleh pimpinan OPD teknis masing-masing. Dan kata dia, tak ingin omong-omong, sebab bisa saja menjadi ayat hafalan.
“Saya tidak mau tanggapi semua yang disampaikan di sini. Cukup kami datang untuk merekap kebutuhan rakyat di sini. Saya sudah catat. Kepala-kepala OPD juga sudah catat. Kebiasaan kita (Mee, Moni dan Wolani), nanti bicara, ‘ah bicara baru tidak jadi’, pada hal tidak kasih, tidak jadi karena kita sendiri yang palang,” akunya polos, sembari memperkenalkan satu persatu sejumlah OPD teknis yang diboyong ke Intan Jaya.
Dikatakan Meki, setelah balik dari kunjungan kerjanya bersama-sama dengan OPD teknis akan menentukan prioritas pembangunan di setiap kabupaten se-Papua Tengah guna mastikan pembangunan berjalan merata sesuai kondisi, potensi dan kebutuhan masyarakat.
“Jadi bapak ibu saya pulang ini. Duduk, rapikan semua yang kami catat. Kita di sini dapat 1 hingga 2 program, Puncak Jaya dapat 1 hingga 2 program, semua kabupaten kalau sudah begitu berarti pembangunan dari provinsi sudah jalan,” ucapnya.
Lebih lanjut, tutur Meki, Provinsi Papua Tengah beribu kota di Nabire, adalah sebagai pemilik negeri, bukan pelengkap. Oleh karena itu merawat, menjaga dan membangun dalam rumah kita adalah tangung jawab bersama untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Hari ini provinsi sudah di Nabire, kita punya kampung. Mari kita bangun sama-sama. Kita bukan pelengkap, tapi pemilik negeri ini. Ingat baik-baik, ini kita punya rumah, jadi harus jaga baik-baik, supaya kita bisa hidup baik-baik dan sejahtera bersama,” pinta Meki.
Stabilitas keamanan adalah faktor penting dalam melaksanakan pembangunan daerah. Oleh kerena, Meki mengajak, semua pihak mesti mengambil peran dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Mana mungkin kalau tidak aman pembangunan mau jalan. Jadi semua harus jadi keamanan. Tidak hanya ada di TNI/Polri. Kita semua menjaga keamanan, untuk bangun negeri kita ini,” ajak Meki. (media online humas)
Bagikan artikel ini



