NABIRE – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Nabire tengah melakukan penjaringan terhadap calon bupati dan calon wakil bupati yang akan bertarung pada Pilkada Serentak tahun 2020 di Kabupaten Nabire. PAN melakukan penjaringan dengan membuka pendaftaran bagi siapa saja yang akan mencalonkan diri sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati melalui PAN. Pendaftaran dibuka sejak Selasa (24/9) dan akan ditutup pada Sabtu (28/9) hari ini pada pukul 00.00 WIT. Hingga Jumat (27/9) siang, sudah ada 8 orang yang mendaftar sebagai calon bupati melalui PAN.Dari daftar hadir pendaftaran, tertera ada 8 orang calon bupati yang sudah mendaftar ke PAN Nabire. Kedelapan orang yang mencalonkan diri melalui PAN ini diantaranya Yufinia Mote, Frits Senandi, Inarius Douw, Herman Kayame, FX Mote, Petrus Makai, Marius Pakage, Yus Baminggen. Kedelapan orang ini mengajukan lamaran ke PAN sebagai calon bupati. Hingga kemarin belum ada yang mendaftar ke PAN sebagai calon wakil bupati.Informasi dari PAN Nabire, hingga Jumat siang kemarin, belum semua calon bupati mengembalikan berkas pendaftaran. PAN Nabire masih menunggu para calon yang sudah mendaftar untuk mengembalikan berkas pendaftarannya.Ditanya soal tahapan pendaftaran ini, Ketua DPD PAN Kabupaten Nabire, Merci Kegou mengatakan, PAN sebagai sebuah organisasi itu ada mekanisme penjaringan terhadap calon bupati dan calon wakil bupati. Proses pendaftaran dilakukan mulai dari tingkatan DPD (kabupaten), tingkat DPW (provinsi) hingga DPP (pusat).“Pendaftaran sudah kita buka sejak Selasa (24/9) lalu dan akan kita tutup pada Sabtu (28/9) tepat pukul 00.00 WIT. Dari yang sudah mendaftar, belum semua mengembalikan berkas persyaratan. Ini kita masih tunggu para calon untuk mengembalikan berkas yang sudah kita serahkan. Saat mendaftar, sejumlah calon bupati diwakili oleh utusannya yang datang ke sini,” ujarnya.Ditanya syarat pendaftaran, jelas dia, PAN telah menyiapkan format persyaratan yang telah dibagikan kepada mereka yang mendaftar. Pihak pendaftar tinggal melengkapi seperti apa yang diminta dalam format pendaftaran, untuk selanjutnya diserahkan kembali ke PAN untuk ditindaklanjuti.Disinggung apakah PAN Nabire akan mendorong kadernya untuk dicalonkan, jawab Merci, tentu akan dilakukan. Karena hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengangkat organisasi PAN ke depan. Karena organisasi harus berkembang kedepannya.“Harapan organisasi, tentu kami juga ada punya penawaran kepada calon bupati bahwa PAN juga punya kader yang didorong dan kita tawarkan untuk digandeng dalam pencalonan. Kami internal PAN akan mendorong salah seorang kader untuk ditawarkan menjadi calon wakil bupati,” tuturnya.Ditanya kader siapa dari PAN yang akan diorbitkan sebagai calon wakil bupati, jawabnya, nama itu masih dibungkus dan belum akan dipublikasikan.“Ada satu orang kader PAN yang akan kami dorong, tapi siapa dia, kita masih bungkus dan belum akan kita publikasikan ke luar,” tambahnya.Ditanya proses tahapan pendaftaran, kata dia, nama-nama yang mendaftar dan sudah melengkapi berkas yang disyaratkan dan dinyatakan telah lengkap, akan ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke DPW PAN Provinsi Papua. Hanya saja, berapa nama calon yang akan dilanjutkan ke tingkat DPW, masih akan dibahas di internal PAN.Ditanya soal ada usulan sejumlah pihak untuk mengakomodir calon bupati dan calon wakil bupati dari Orang Asli Papua (OAP) saja, jawab Merci, pada intinya untuk dalam hal ini kalau memang kita mau mengacu pada Otsus Papua itu Persus dan Perdasi sudah menjelaskan. Hanya saja sementara ini MRP telah membawa aturan itu ke pusat, namun dalam hal ini belum disetujui. (ros)