DOGIYAI – Sejarah baru tercipta di Kabupaten Dogiyai. Ratusan pendukung Tim Nasional Senegal, yang tergabung dalam Fans Senegal Dogiyai (FSD), berhasil melaksanakan Pawai Konvoi Perdana mereka pada Senin, 8 Juni 2026. 

Pawai Konvoi ini berlangsung tertib, meriah dan penuh warna, membuktikan bahwa ekspresi dukungan olahraga dapat berjalan beriringan dengan ketertiban umum.

Konvoi dimulai pukul 10.30 WIT dari Lapangan Tokapo. Rangkaian kendaraan bermotor dan pejalan kaki bergerak dinamis melalui rute strategis mulai dari jalan ujung Tokapo, mengelilingi area Pasar Moanemani, melewati depan Bank Papua Moanemani dan finis di Pintu Angin Odeedimi.

Di titik akhir konvoi, para fans melakukan video statement dukungan secara simbolis kepada Negara Senegal menjelang Piala Dunia 2026. Konvoi ini menjadi momen puncak solidaritas global fans Senegal di Dogiyai terhadap ‘Singa Teranga’.

#Lebih Dari Sekadar Keramaian

Martinus Dumupa, Ketua Koordinator Fans Senegal Dogiyai, dalam penyampaiannya menekankan bahwa konvoi ini memiliki makna filosofis yang dalam, bukan sekadar euforia sesaat.

“Kami lakukan pawai konvoi ini bukan hanya untuk ikut-ikutan keramaian piala dunia. Konvoi perdana FSD pada 8 Juni 2026 ini berpotensi menjadi pawai konvoi bersejarah. Ini adalah momen kebersamaan, kegembiraan dan bukti kedewasaan di tanah Dogiyai,” ujar Martinus.

Ia menjelaskan alasan kuat mengapa para Fans Senegal Dogiyai memilih mendukung Senegal. “Dukungan kami bukan karena mereka selalu menang atau bermain paling pintar. Kami mendukung Senegal karena kerendahan hati pemain-pemainnya,” terangnya.

Bintang-bintang Senegal dikenal tidak sombong, peduli pada rakyat kecil dan pemerintah Senegal juga konsisten memprioritaskan kesejahteraan rakyatnya. “Nilai-nilai inilah yang resonate dengan hati para fans Senegal kami di Dogiyai,” kata Dumupa. 

Martinus mengungkapkan rasa syukur atas tingginya partisipasi anggota. Meskipun banyak penggemar potensial tidak bisa hadir akibat kesibukan pekerjaan atau kendala kendaraan, jumlah peserta yang hadir melebihi ekspektasi panitia.

“Kami bersyukur, antusiasme sangat tinggi. Yang datang benar-benar tulus untuk merayakan semangat persaudaraan melalui sepak bola,” tambahnya.

Martinus memberikan instruksi tegas kepada seluruh peserta konvoi demi menjaga nama baik komunitas dan keamanan Bersama. Pulang dengan aman, peserta diminta segera pulang ke rumah masing-masing dengan keadaan terkendali.

Jangan Terpancing. Dilarang keras terprovokasi oleh situasi atau isu-isu lain yang sedang berkembang di Dogiyai. Simpan Atribut, seluruh atribut konvoi (bendera, spanduk, kostum) harus dibawa pulang dan disimpan rapi. Tidak diperbolehkan meninggalkan atribut berserakan atau menggunakannya untuk kegiatan lain yang tidak relevan.

Jaga nama baik FSD. Setiap tindakan individu mencerminkan nama besar Fans Senegal Dogiyai. Jangan nodaikan reputasi komunitas dengan perilaku anarkis.

Keberhasilan Konvoi Perdana FSD pada 8 Juni 2026 menjadi bukti nyata bahwa para fans Senegal Dogiyai mampu mengekspresikan kebahagiaan secara dewasa. Dengan memisahkan ranah olahraga dari politik dan konflik, Fans Senegal Dogiyai telah memberikan contoh positif tentang bagaimana menjadi suporter yang sportif, tertib dan bermartabat. (ist)