NABIRE - Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, yang juga merupakan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Matahari, Maria Yetiasaputri Kapitarauw, S.Sos M.Si MM AWP, telah berhasil menyandang gelar cumlaud S2 di Universitas BPD Semarang pada (9/10/2025) lalu. hal tersebut membuat Maria Yetiasaputri telah resmi dan sah manambah sederet gelar di belakang namanya.

Wanita keturunan suku Cina, Biak, Jawa ini diketahui sebagai seorang aktivis kemanusiaan dan Pakar Disabilitas dan Pendidikan Inklusi yang sudah tidak diragukan dedikasinya serta loyalitasnya dengan segenap jiwa dan raga memperjuangkan nasib taraf hidup kaum difabel (Cacat Fisik, Cacat Mental dan Cacat Intelektual) dan juga menjadi Perintis Sekolah Inklusi di Papua dan terlebih khusus di Indonesia. 

Riwayat Pendidikan Maria Yetiasaputri Kapitarauw, diantaranya. D3 Asmi yang sekarang menjadi Institut Bisnis dan Multimedia (IBM) Asmi, dengan mengambil Jurusan Manajemen Bisnis dan menyandang gelar A.MD, lalu S1 di Universitas Surakarta mengambil jurusan Sosial Politik dan mendapatkan gelar S.Sos 

Lalu, S2 Universitas Parahyangan kampus kerjasama dengan Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) mengambil jurusan Demokrasi dan Politik dan mendapatkan gelar M.Si, lalu memperoleh gelar tambahan dari FBSP Denver University Of Amerika Serikat dengan Gelar AWP. Lalu yang terakhir S2 dari Universitas BPD di Semarang Jawa Tengah, mengambil jurusan Humas Resources Departemen dan menyandang gelar MM.

Sementara itu, Maria juga mempunyai prestasi dalam hal Inspiring Woman versi RRI Surakarta tahun 2018, penghargaan dari Isaias Douw, Bupati Nabire sebagai Tokoh Masyarakat Bidang Disabilitas Nabire tahun 2019, penghargaan dari Lukas Enembe sebagai Tokoh Masyarakat Bidang Disabilitas Papua di Jayapura tahun 2019, Inspiring Woman versi RRI Nabire tahun 2020.

"Inspiring Woman versi TVRI Jayapura tahun 2021, Inovator dan Founder Pendidikan Inklusi Papua Tengah tahun 2022, Penghargaan Nasional Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) sebagai Tokoh Masyarakat bidang Sosial Kemanusiaan tahun 2023, Penghargaan AWP dari Denver University of Amerika Serikat tahun 2024, serta menjadi Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Matahari Juara 1 terbaik SLB Se-Papua Tengah tahun 2025," tutupnya.(edi)