Sebanyak 87 Petani OAP Ikuti Pelatihan Pertanian Tematik
NABIRE - Sebanyak 87 petani Orang Asli Papua (OAP) mengikuti pelatihan pertanian tematik yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire. Pelatihan digelar selama dua hari yang dibuka Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Sumardi A., S.Ip, M.Si, Selasa (26/11/23) di aula Dinas PUPR Kabupaten Nabire.

NABIRE - Sebanyak 87 petani Orang Asli Papua (OAP) mengikuti pelatihan pertanian tematik yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire. Pelatihan digelar selama dua hari yang dibuka Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Sumardi A., S.Ip, M.Si, Selasa (26/11/23) di aula Dinas PUPR Kabupaten Nabire.
Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Sumard, pelatihan ini sangat penting dilakukan. Karena dari hasil pelatihan pertanian ini para petani akan mendapatkan bekal pengetahuan ilmu soal pengelolaan pertanian yang baik dan benar guna menjawab kebutuhan para petani OAP yang ada di daerah ini.
“Perlu kita ketahui bersama, dari jumlah pendduduk kabupaten ada 80 persen itu pekerjaannya sebagai petani. Dan para petani ini boleh dikatakan pahlawan yang pantang menyerah di tengah terik matahari dan derasnya hujan tetap melaksakan tugasnya sebagai petani untuk kepentingan hidup orang banyak,’ ujarnya.
Dari hasil para petani sebagai pahlawan, banyak anak petani yang juga saat ini sukses dalam jabatan karier sebagai PNS maupun di bidang politik. Sehingga petani tidak boleh dilihat dengan sebelah mata. Dengan demikian pada hari ini diberikan pelatihan pertanian tematik bagi 87 petani OAP.
Diharapkan 87 petani OAP yang mengikuti pelatihan pertanian tematik harus ingat, kini Kabupaten Nabire menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah. Sehingga kedepan semua orang akan berbondong–bondong tinggal di ibu kota provinsi. Sehingga kebutuhan soal makan juga akan meningkat, dengan demikian hasil petani yang akan laris terjual.
Kata dia, apabila petani di lahan mendapatkan masalah soal tanaman agar tidak lari jauh–jauh. Tetapi manfaatkan tenaga para penyuluh (PPL) yang sudah ada di tiap distrik dan kampong. Karena tenaga PPL merupakan ujung tombak pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian yang akan melaporkan hasil–hasil pertanian di mana mereka bertugas.
“Melalui momentum pelatihan pertanian tematik ini, sekali lagi saya ingatkan 87 petani OAP agar jangan jauh–jauh dari informasi dan teknologi. Karena saat ini harga Sembako terus meningkat, untuk itu peani dituntut mandiri dan selalu mengecek informasi pasar agar tidak tertinggal,” ujarnya. (des)
Bagikan artikel ini



