NABIRE - Angin segar berhembus di Pasar Sayang Mama Papua, Nabire. Bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional, sebanyak 46 pedagang ikan telah resmi menempati kios dan los baru yang telah disiapkan. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan fungsi pasar yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut.

Sebelumnya, puluhan penjual ikan ini menggelar lapaknya di sepanjang pinggir jalan. Sebuah kondisi yang kurang ideal baik dari segi keamanan, kenyamanan, maupun estetika kota. Kini, dengan relokasi ini, mereka dapat bernapas lega dan menjalankan aktivitas perdagangan dengan fasilitas yang lebih memadai di dalam Pasar Sayang Mama Papua.

Sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan berjualan yang kondusif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire telah melakukan berbagai pembenahan di sekitar pasar. Pembangunan drainase yang baik serta sumur resapan menjadi prioritas untuk menjaga kebersihan dan mencegah terjadinya genangan air, terutama saat musim hujan tiba.

Tak hanya itu, Pemkab Nabire juga memberikan kartu identitas (ID Card) kepada para pedagang ikan yang resmi menempati pasar. Langkah ini bertujuan untuk menertibkan aktivitas perdagangan dan mencegah oknum-oknum yang tidak berkepentingan untuk berjualan di area tersebut, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang yang telah terdaftar.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Yermias Anouw, S.Pd., mengungkapkan latar belakang dari upaya pemindahan pedagang ikan ini. Menurutnya, bangunan Pasar Sayang Mama Papua yang telah diresmikan hampir setahun lalu, sayangnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para mama-mama Papua yang menjadi target utama pasar ini.

"Sudah hampir setahun bangunan ini diresmikan, dan juga sudah mengadakan doa syukuran, akan tetapi mama-mama tetap tidak mau menempati bangunan pasar tersebut," ujar Yermias saat ditemui Papuapos Nabire di lokasi Pasar Sayang Mama Papua, Kamis (01/05/2025).

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah yang telah berinvestasi besar dalam pembangunan infrastruktur pasar.

Dengan menempatkan para penjual ikan di dalam bangunan pasar, Dinas Perdagangan berharap dapat menciptakan daya tarik baru bagi masyarakat untuk datang berbelanja. Kehadiran penjual ikan diharapkan menjadi magnet yang dapat menarik pelanggan ke dalam pasar, yang pada gilirannya diharapkan dapat mendorong para mama-mama Papua untuk turut serta berjualan di dalam bangunan yang telah disediakan.

Berbagai upaya persuasif sebenarnya telah dilakukan oleh Pemda untuk mengajak para mama-mama memanfaatkan bangunan pasar yang megah tersebut. Namun, preferensi para pedagang yang lebih memilih berjualan di halaman pasar menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah daerah terus mencari solusi terbaik untuk mengakomodasi kebutuhan dan keinginan seluruh pedagang.

Sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan bangunan pasar, Pemda Nabire mengambil inisiatif untuk menempatkan tidak hanya penjual ikan, tetapi juga pedagang bumbu di lokasi yang sama. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para pembeli ikan, sehingga mereka tidak perlu lagi mencari bumbu di tempat yang terpisah. Konsep "one stop shopping" ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi para konsumen.

Kepala Dinas Perdagangan optimis dengan adanya para penjual ikan dan bumbu, Pasar Sayang Mama Papua akan semakin hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya. Lebih dari sekadar tempat bertransaksi, pasar ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut Yermias Anouw, Pasar Sayang Mama Papua dibangun dengan visi yang jelas, yaitu untuk memberdayakan pelaku usaha kecil dan mikro, khususnya masyarakat Papua. Pasar ini menjadi wadah bertemunya penjual dan pembeli, menciptakan peluang bagi peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan juga menyampaikan imbauan kepada seluruh pedagang yang telah menempati pasar untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah disediakan dengan baik. Kebersihan, keamanan, dan ketertiban pasar menjadi tanggung jawab bersama demi kenyamanan seluruh pihak.

Salah seorang penjual ikan yang turut pindah ke dalam pasar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah atas perhatian dan fasilitas yang telah diberikan. Ia juga mengajak rekan-rekannya sesama pedagang untuk menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan semangat baru, para penjual ikan siap menyambut para pelanggan di lokasi yang lebih representatif di Pasar Sayang Mama Papua. (amd)