NABIRE - Untuk menciptakan suasana yang lebih harmonis antara kepala sekolah, guru dan murid serta orang tua murid, diharapkan melalui kebersamaan guna mewujudkan dan mensukseskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Inpres Maidy SP 3 Lagari, Distrik Makimi.

Kepala sekolah SDN Inpres SP 3 Lagari Kampung Maidey, Deni Eko Wahyu, S.Pd selalu membangun kebersamaan. Karena dirinya merasa dengan adanya kebersamaan di antara guru, murid dan orang tua dapat dipastikan KBM akan juga disuksesi.

Sehingga untuk mensuksesi KBM di SDN Inpres Maidey di saat ini dan kedepannya, kata dia, sangat membutuhkan adanya tambahan pembangunan 3 hingga 4 bangunan ruangan. Dimana tiga bangunan ruangan untuk kelas dan satunya lagi untuk ruangan perpustkaan.

“Dengan adanya keterbatasan ruangan kelas sangat terasa di jam–jam pelajaran agama. Sehingga dengan adanya keterbatasan itu dengan terpaksa anak-anak disatukan saja,” kata Deni Eko Wahyu.

Dengan adanya kekurangan ruangan perpustakaan, buku–buku paket pelajaran milik sekolah dengan terpaksa dititikan pada semua ruangan kelas. Tetapi juga ada yang secara langsung disimpan pada ruangan dewan guru.

Sementara untuk saat ini SDN Inpres Lagari 3 hanya memiliki 6 ruangan Rombongan Belajar (Rombel) dengan jumlah murid sebanyak 132 murid.

Dikatakan, untuk membangun kebersamaan dalam rangka mensuksesi KBM, pihak sekolah tidak hanya membangun kebersamaan di lingkungan guru dan murid saja. Tetapi juga bersama orang tua murid lewat komite dan juga bersama Pemerintah Kampung Maidey dan Pemerintah Distrik Makimi. (des)