SD Kartika VI-3 Nabire: Bangun Generasi Emas Berkarakter, Disiplin dan Teknologi

NABIRE - Sebuah institusi pendidikan baru telah hadir di tengah masyarakat Nabire, membawa angin segar dan harapan besar. SD Kartika VI-3 Nabire, di bawah naungan Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 173 Cabang VI Cenderawasih yang dipimpin Jeni Ohestina Usmany, berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul. Dan dipimpin oleh Kepala Sekolah yang berdedikasi, Luddyana Pratiwi, sekolah ini siap mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Adapun visi sekolah ini selaras dengan 5 Nilai Kartika, yaitu mewujudkan sekolah yang berbudi luhur, disiplin, cinta tanah air, cerdas dan terampil. Semua berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, dengan tujuan mulia meningkatkan kesadaran, membangun karakter, mempersiapkan masa depan dan meningkatkan kualitas hidup peserta didik.
"Inilah cita-cita pendidikan yang kami bawa," ujar Kepala Sekolah, Luddyana Pratiwi, kepada Papuapos Nabire, melalui jaringan seluler, Minggu (02/11/2025).

Keberhasilan visi tersebut sangat bergantung pada peran guru. Ketua Yayasan, Jeni Ohestina Usmany, menekankan bahwa guru ‘tonggak utama’ yang dituntut memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Tujuannya agar peserta didik dapat belajar dengan tenang, nyaman dan bahagia, menjadikan sekolah sebagai ‘rumah kedua’ yang nyaman bagi mereka.
Pengembangan metode belajar, pendekatan yang humanis dari guru serta sarana dan prasarana yang memadai menjadi kunci. Sekolah yang baru dibuka tahun ini, diawali dengan dua Rombel kelas 1 dan 60 murid, didukung oleh tiga guru, satu operator dan satu penjaga sekolah, siap memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
Meskipun didirikan untuk memfasilitasi anak-anak TNI, SD Kartika VI-3 Nabire juga membuka diri lebar-lebar bagi anak-anak masyarakat sipil. Kehadiran sekolah ini di tengah masyarakat majemuk menjadi simbol inklusivitas. Untuk memudahkan akses, sekolah ini bahkan memfasilitasi dua unit bus antar jemput yang siap melayani dari berbagai area di Kota Nabire.

Lima Nilai Kartika tidak hanya sebatas slogan, melainkan diimplementasikan setiap hari. Disiplin dibangun melalui budaya antri dan berbaris saat apel pagi serta saat makan bersama di teras kelas dengan tertib.
Menariknya, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, setiap jam 10.00 WIT, lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ diputar dan secara spontan, peserta didik mengambil posisi siap atau bahkan hormat ke bendera.
Kenyamanan belajar dijamin dengan sarana kelas yang memadai. Lebih dari itu, keamanan anak-anak menjadi prioritas utama dengan pemasangan CCTV di berbagai sudut sekolah. Sekolah juga telah menyiapkan ruang laboratorium komputer untuk mengenalkan dasar-dasar TIK, sebuah langkah progresif yang didukung oleh pengajaran Bahasa Inggris sejak Kelas 1.
#Visi Masa Depan TIK dan Daya Saing Global
Untuk menjawab tantangan globalisasi, kepala sekolah dan ketua yayasan sepakat untuk memprogramkan materi tambahan TIK. Program ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.
"Kami akan mencari tenaga pendidik yang kompeten di bidang TIK," janji Ketua Yayasan, Jeni Ohestina Usmany. Harapannya, lulusan SD Kartika VI-3 Nabire mampu bersaing di era kemajuan teknologi yang pesat.
Selain itu, pengembangan sarana menuju sekolah unggul dari pihak yayasan terus bekerja keras dengan membangun ruang kelas dan mengembangkan sarana prasarana lainnya.

Pembangunan berkelanjutan ini ditujukan untuk menjadikan SD Kartika VI-3 sebagai sekolah unggul yang memiliki daya serap berkualitas di Nabire.
Berbagai program sekolah akan terus dikembangkan untuk mewujudkan tujuan utama sekolah yang berbudaya, literasi, menumbuhkan rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, menghargai, disiplin, kreatif dan mandiri.
SD Kartika VI-3 Nabire siap menjadi mercusuar pendidikan yang menumbuhkan potensi maksimal setiap peserta didik di Bumi Papua.(sam)
Bagikan artikel ini


