SD Hingga SMA Adven Diliburkan Sesuai Surat Edaran Kadinasdikjar
NABIRE - Berdasarkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua nomor: 423.7/529.PPAD/III/20 perihal
Bagikan
NABIRE - Berdasarkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua nomor: 423.7/529.PPAD/III/20 perihal Quidemi Covid -19 terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan libur sementara.Untuk itu, bagi SD hingga SMA Adven Nabire sebagai salah satu lembaga pendidikan formal yang berada dibawa payung hukum yayasan atau sebagai sekolah swasta akan meliburkan seluruh murid atau siswa/siswi dari SD hingga SMA mulai tanggal 18 hingga 31 Maret mendatang dan aktifitas sekolah akan kembali pada tanggal 1 April 2020.Namun, dalam kegiatan liburan selama 13 hari para murid akan diberikan tugas berupa pelajaran agar sepanjang liburan anak tetap fokus untuk belajar di rumah dengan bantuan dan bimbingan langsung dari orangtua murid sebagai bentuk pendampingan, sehingga anak tidak lagi lupa akan pelajaran di sekolah.Demikian dikatakan Kepala SD 01 Adven Nabire Lilis Windewani, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Selasa (17/3) di ruang kerjanya seraya menambahkan, lembaga pendidikan itu sangat ramai di setiap hari, sehingga untuk menghindari hal itu para murid atau siswa/siswi kita dapat mengembalikan kepada orang tua murid pada kegiatan libur sementara.Dan dalam kegiatan liburan sementara ini, anak atau murid tidak libur begitu saja tetapi bagi para murid SD dapat diberikan tugas-tugas pelajaran yang akan dikerjakan dengan pendampingan orang tua selama liburan sementara agar anak selalu berhadapan dengan buku pelajaran.Untuk itu, kepada semua orang tua SD 01 Adven yang ada di rumah, diharapkan sepanjang liburan sementara anak-anak tidak diperbolehkan untuk selau bermain diluar rumah apalagi bermain diluar rumah dengan kumpulan orang yang banyak.Sebab, liburan sementara ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah hanya untuk menghindar maraknya Virus Corona yang kini lagi marak menyebar dimana-mana hingga menyerang nyawa manusia dan kini perkembangannya sudah masuk ke tanah Papua. (des)
Bagikan artikel ini



