NABIRE - Sekolah Dasar (SD) dan SMP Baptis,Kingmi dan Gidi (Bakidi) Nabire yang terletak di Kampung Lany Distrik Teluk Kimi telah memiliki gedung yang sangat megah dan indah bahkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dua sekolah ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun, namun kondisi jalan masuk ke dua sekolah tersebut rusak berat alias belum ditimbun. Kondisi rusaknya akses jalan masuk ini membuat dua sekolah ini belum dikenal secara baik oleh masyarakat, untuk itu diharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nabire untuk bisa turun lapangan melihat dari dekat kondisi jalan dimaksud. Karena bagaimanapun juga SD dan SMP ini merupakan asset daerah yang sangat perlu dibantu. Kepala SMP Bakidi Philipus Sesa, SE dan Ketua Yayasan Serikat Baptis Persaudaraan (Yasebaper) Bakidi Nabire Maklon Saflessa, kepada media ini Selasa (27/9) mengatakan, akses jalan masuk dan tidak adanya penerangan listrik di dua sekolah ini, sehingga ada guru yang mau menempati rumah dinas mengurungkan niatnya.Lebih jauh kata Philipus dan Maklon, semenjak dibukanya proses KBM di dua lembaga pendidikan ini akses jalan masuk yang kurang lebih 100 meter ini menjadi faktor utama penghambat bagi guru dan murid, sehingga di saat hujan deras guyur Nabire murid dan guru masuk dengan kaki telanjang akibat jalan yang berlumpur.Untuk itu, pihak sekolah maupun yayasan meminta adanya perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas teknis. “Jika Dinas Pendidikan tanggulangi listrik ke sekolah, maka Dinas PU punya tanggung jawab untuk menimbun akses jalan masuk agar guru aktif melaksanakan tugas dan akses jalan baik dan listrik berarti ada perhatian dari masyarakat untuk dua sekolah tersebut,” imbuh mereka. (des)