NABIRE – Hari Senin, 1 Desember 2025, menjadi hari yang sangat menguras tenaga bagi Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Papua Tengah. Hanya dalam rentang waktu beberapa jam, dua insiden kebakaran hebat melanda kawasan berbeda di Nabire, keduanya diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.

Insiden pertama terjadi menjelang siang di Asrama Polisi (Aspol) Jalan Morgo Kota Lama. Sekitar pukul 11.00 WIT, rumah dinas milik anggota Polri, Yeremias Yeroserai (39), mendadak terbaka, pemicu dugaan Korsleting listrik yang berasal dari kabel kulkas.

Setelah Damkar Pemprov Papua Tengah berhasil memadamkan api di Kota Lama, beberapa jam kemudian Damkar mendapat laporan baru telah terjadi kebarakan di daerah Kimi, Nabire tanpa lama tim Damkar langsung bergegas ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sore hari yang tenang pada Senin, 1 Desember 2025, mendadak berubah mencekam di Kimi, Nabire. Sekitar pukul 15.40 WIT, rumah tinggal yang diketahui milik Fidelis Tadungalo (48), seorang petani, dilanda kebakaran hebat. Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua rumah tersebut.

Beruntung, laporan cepat dari warga bernama Pila memungkinkan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemprov Papua Tengah segera beraksi. Meskipun insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa baik penghuni, petugas, maupun relawan dan kerugian material yang menimpa perabotan rumah tangga korban dipastikan cukup besar.

Menyikapi laporan yang diterima tepat pukul 15.40 WIT, Tim Damkar yang diperkuat oleh regu I Piket Siaga langsung bergerak cepat. Hanya dua menit berselang 15.42 WIT, dua mobil pemadam berkapasitas total 15.000 liter sudah meluncur ke lokasi kejadian.

Tim tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 16.00 WIT dan langsung berhadapan dengan api yang sudah membesar di rumah bertingkat.

"Kami harus bekerja ekstra untuk menjangkau sumber api di lantai dua. Kami juga mendapatkan bantuan suplay air yang vital dari pihak TNI," ujar Josep Wonatorei, salah satu petugas Damkar Pemprov

Setelah perjuangan selama satu jam penuh, api berhasil dikuasai dan evakuasi dinyatakan selesai tepat pukul 17.00 WIT. Keberhasilan pemadaman tersebut merupakan hasil kerja keras tim inti Damkar dan back-up yang dibantu oleh Polisi Pamong Praja Pemprov Papua Tengah.

Kejadian yang dipicu oleh dugaan korsleting listrik di bagian atas rumah ini menjadi pengingat kritis bagi seluruh warga Nabire untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan bertingkat.

Tim Damkar Pemprov Papua Tengah menutup laporan operasi pemadaman ini dengan semangat, "Salam Yudha Brama Jaya, Salam Tangguh, Salam Praja Wibawa!"(pal/josep)