Satpol PP Tertibkan Penyaluran BBM Bersubsidi di Empat SPBU

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire mulai memperketat pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayahnya. Sekretaris Satpol PP Kabupaten Nabire, Anton Agus Runggeari, S.IP., menegaskan bahwa langkah ini diambil menyusul adanya instruksi langsung dari Bupati Nabire untuk mengatasi berbagai kendala yang kerap memicu gesekan di lapangan.
“Terkait kendala di lapangan, khususnya di SPBU, anggota saya sering menghadapi masalah karena ada satu mobil yang menggunakan sampai tiga barcode. Kewenangan penuh sebenarnya ada pada pihak SPBU untuk lebih berhati-hati dan menjalankan aturan satu barcode untuk satu kendaraan sesuai instruksi Bupati,” ujar Anton saat ditemui di lingkungan Pemda, Senin (22/06/2026).
Anton menyoroti masalah pelik mengenai kendaraan dengan plat luar daerah yang kerap mengisi BBM di Nabire. Menurutnya, hal ini menimbulkan ketidakadilan karena ketika kendaraan asal Nabire mencoba mengisi BBM di luar daerah, seperti di Manokwari, mereka tidak diizinkan. “Mereka ambil BBM di sini, tapi pajaknya dibayar di Jayapura, Makassar atau Manokwari. Ini yang memicu bentrok dengan anggota kami di lapangan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, kebijakan penertiban kini telah diterapkan di empat titik utama, yakni SPBU Oyehe, Bukit Meriam, Wonorejo dan Wadio. Anton menjelaskan, sosialisasi intensif terus dilakukan, terutama kepada para sopir kendaraan lintas daerah yang sempat protes karena belum memahami aturan baru yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Nabire.
“Tadi di SPBU Oyehe sempat ada keributan dari sopir lintas karena mereka belum mendengar sosialisasi langsung dari Wakil Bupati dan Sekda Nabire. Setelah saya berikan penjelasan, mereka akhirnya paham meskipun ada yang merasa keberatan mengenai aturan sistem ganjil-genap,” jelas Anton.
Terkait teknis pengisian, Anton menegaskan aturan berlaku ketat sesuai instruksi. Kendaraan yang usianya sudah di atas 10 tahun tidak lagi diberikan kebebasan mengisi setiap hari. “Mereka hanya diizinkan melakukan pengisian maksimal dua kali saja. Ini sudah menjadi perintah dan aturan yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Untuk SPBU Kimi, Anton menyatakan pihaknya belum menjangkau lokasi tersebut hari ini namun telah menjadwalkan kunjungan esok hari. Fokus utama saat ini memang memastikan empat SPBU yang sudah menjalankan sistem ganjil-genap tersebut berjalan kondusif tanpa kendala berarti.
Mengakhiri keterangannya, Anton menekankan pihaknya akan terus konsisten melakukan pengawasan setiap hari. “Kami akan rutin melakukan sosialisasi setiap pagi di lokasi. Harapan kami, para sopir dapat memahami dan mendukung penuh instruksi bupati demi ketertiban penyaluran BBM bersubsidi di Nabire,” pungkasnya. (sam)
Bagikan artikel ini



