Sambut Hari Bayangkara, Kapolres Buka Lomba Pramuka Tingkat Penggalang dan Penegak

NABIRE - Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., memimpin langsung pembukaan Lomba Pramuka yang digelar di Lapangan Mapolres Nabire, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh delapan Pramuka Penggalang terdiri dari dari tujuh Gugus Depan (Gudep) dan satu Satuan Karya (Saka) Bhayangkara tingkat (SMP) dan enam Pramuka Penegak terdiri dari lima Gudep dan satu Saka Bhayangkara tingkat SMA/SMK di Kabupaten Nabire dengan penuh semangat dan antusiasme.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran para peserta Pramuka penggalang, penegak, para pembina, pembina pendamping serta jajaran Polres Nabire. Lomba ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui semangat kedisiplinan, kebersamaan dan jiwa nasionalisme.
Dalam sambutannya, Kapolres Nabire menyampaikan kegiatan lomba Pramuka ini bukan sekadar ajang untuk meraih piagam atau sertifikat, tetapi menjadi wadah pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai dasar kepramukaan, khususnya Dasa Dharma dan Tri Satya.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk mengejar piagam atau sertifikat, tetapi untuk membuktikan sejauhmana kita sebagai Pramuka telah menyerap nilai dasar Dasa Dharma dan Tri Satya dalam diri kita masing-masing,” ujar Kapolres.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk meninggalkan perbedaan dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum mempererat persaudaraan, persahabatan serta menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas), khususnya di Kabupaten Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting sebagai dasar untuk generasi bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta semangat persatuan dan kesatuan.
Kapolres Nabire juga menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta lomba. Pertama, menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap perlombaan, karena kemenangan yang diraih dengan kejujuran jauh lebih terhormat daripada kemenangan dengan kecurangan.
Kedua, pentingnya kerja sama tim dan solidaritas, karena dalam Pramuka tidak ada keberhasilan yang dicapai sendiri, melainkan hasil dari kekompakan dan saling melengkapi dalam sebuah regu atau sangga.
Ketiga, menjadikan setiap pengalaman sebagai guru terbaik. Menurutnya, kemenangan hanyalah bonus, sementara ilmu, pengalaman dan persahabatan yang diperoleh selama kegiatan adalah hadiah sesungguhnya.

“Teruslah berkreasi dan berkarya dalam wadah Gerakan Pramuka. Isilah masa muda dengan kegiatan yang positif dan produktif. Kalian adalah generasi unggul, generasi hebat, generasi kreatif, generasi petarung dan bukan generasi pecundang,” tegasnya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan agar seluruh peserta tetap rendah hati saat meraih keberhasilan dan tetap tegar ketika menghadapi kegagalan serta terus menunjukkan jati diri sebagai tunas bangsa yang disiplin, berani dan setia.
Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan lomba Pramuka ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Nabire yang tangguh, berkarakter dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.(agustinus)
Bagikan artikel ini



