Saloce Yumame : Tak Benar SMPN 7 Pesan Baju Batik Motif Lain
NABIRE - Sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Nabire yang terletak di Kampung Teluk Kimi, Saloce Yumame, S.Pd membantah isu yang tidak benar
Bagikan
NABIRE - Sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Nabire yang terletak di Kampung Teluk Kimi, Saloce Yumame, S.Pd membantah isu yang tidak benar soal pemberlakuan baju batik khas Nabire, dimana telah dikatakan SMPN 7 merupakan salah satu sekolah yang memesan baju batik motif lain.Sesungguhnya bagi SMPN 7 Nabire dimulai pada awal tahun pelajaran 2019/2020 untuk murid baru telah diwajibkan untuk menggunakan baju batik khas atau motif Nabire sesuai dengan arahan dan petunjuk Pemerintah Daerah (Pemda) melalui kepala Dinas Pendidikan.Untuk itu, berdasarkan rapat dewan guru yang belum lama ini digelar telah diputuskan bersama atau disepakati baju batik khas Nabire wajib digunakan oleh murid baru, sehingga pada pendaftaran murid baru hal ini telah disampaikan kepada anak-anak peserta murid baru maupun orangtua murid.Dikatakan Saloce Yumame, S.Pd kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu di Kantor Dinas Pendidikan, semua siswa/siswi murid baru telah diarahkan untuk langsung mengukur baju batik khas Nabire ke penjahit Soppeng yang terletak di seputar Pasar Kalibobo sesuai arahan Pemda.Untuk itu selaku kepala sekolah bersama dewan guru membantah isu dan cerita yang berkembang melalui media Papuapos dan Nabire.net yang menulis SMPN 7 Nabire termasuk sekolah yang memesan baju batik motif lain, alias tidak pesan baju batik khas Nabire.Sehingga selaku kepala sekolah dirinya membantah isu tersebut dan dirinya mengatakan itu isu Hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, akan tetapi itu merupakan isu atau laporan murahan yang tidak berdasarkan data dan fakta di lapangan.Dengan demikian pihaknya selaku kepala sekolah akan mencari tau siapa di balik semua ini dan yang bersangkutan akan dituntut karena telah mencemarkan nama baik sekolah dan dewan guru yang ada di SMPN 7 Nabire.(des)
Bagikan artikel ini



