NABIRE - Kerusakan di ruas Jalan Trans Nabire – Deiyai boleh dibilang cukup parah di sejumlah titik, misalnya ada tiga titik longsoran yang ada di ruas Jalan Nabire Topo, Distrk Uwapa yang longsoran jalannya cukup parah, sehingga membuat sejumlah kendaraan yang melintas harus berhati-hati.


Belum lagi dengan longsoran jalan dan juga jembatan yang putus di seputar Kilometer 112, sehingga dibuat jalan alternatif bagi semua pengendara, sementara juga ada kerusakan yang lebih para lagi di Km 151 dan Km 157, dimana ada longsoran yang menutupi bahu jalan dan ruas jalan menjadi sungai dadakan mengalir saat adanya hujan deras .


Dengan adanya kerusakan jembatan dan longsoran pada ras jalan Trans Nabire – Deiyai ini, membuat para sopir angkutan penumpang, angkutan barang Sembako, barang bangunan dan juga sopir angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengaku sering mengalami keterlambatan  dalam perjalanan saat ketiga kabupaten yang ada di wilayah pegunungan, yakni Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Kabupaten Paniai.


Untuk itu, salah seorang sopir angkutan penumpang yang enggan namanya dikorankan kepada Papuapos Nabire belum lama ini menuturkan, jika jalan mulus tidak ada jembatan yang putus dan juga longsoran, kami bisa tempuh dalam waktu enam hingga tujuh jam perjalanan, tetapi dengan adanya kerusakan longsoran dan jembatan putus, butuh waktu delapan hingga 9 jam lamanya.


Sehingga diharapkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan empat Pemerintah Kabupaten, yakni Pemkab Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Pemkab Paniai agar kembali melihat kondisi ruas jalan Nabire Deiyai yang saat ini lagi rusak berat di sejumlah titik, demi kelancaran angkutan bagi masyarakat.(des)