RSUD Dogiyai Masuk Program "Quick Win" Direktur Minta Dukungan Warga

DOGIYAI – Sebuah kabar gembira sekaligus tantangan besar datang bagi masyarakat Kabupaten Dogiyai. Pembangunan peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai menjadi Tipe C dipastikan akan mulai dikerjakan pada tahun 2027. Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan sebuah hadiah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Direktur RSUD Dogiyai, dr. Maria Calara Giyai, M.Kes, menyampaikan pesan mendesak dan penuh harap agar seluruh lapisan masyarakat, terutama para pemilik hak ulayat, dapat bersatu menyukseskan program strategis nasional ini.
Dalam keterangannya, dr. Maria mengungkapkan bahwa RSUD Dogiyai terpilih menjadi satu dari hanya 66 lokus nasional dalam program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau yang lebih dikenal sebagai program "Quick Win".
Program ini merupakan inisiatif prioritas Kementerian Kesehatan RI untuk periode 2025-2029. Tujuannya sangat spesifik menaikkan status RSUD dari Tipe D (Pratama) menjadi Tipe C guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah.
"Ini adalah momentum emas. RSUD Dogiyai terpilih di tingkat nasional untuk mendapatkan percepatan pembangunan. Ini adalah kado dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Dogiyai agar kita memiliki fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni," ujar dr. Maria Giyai.
Mengingat lokasi pembangunan RSUD Tipe C tersebut berdiri di atas tanah ulayat, dr. Maria memberikan perhatian khusus kepada para pemilik tanah. Beliau meminta dukungan nyata dan kerelaan hati dari Marga Goo dan Marga Tebai sebagai pemegang hak ulayat di wilayah tersebut.
Menurutnya, pembangunan ini memerlukan landasan kemitraan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat adat. Kehadiran rumah sakit Tipe C nantinya tidak hanya akan meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memutar roda ekonomi di sekitar wilayah tersebut.
Direktur RSUD menegaskan bahwa peluang menjadi lokus nasional bukanlah hal yang mudah didapatkan. Oleh karena itu, sinergi dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan apakah proyek ini akan berjalan lancar sesuai jadwal di tahun 2027 atau tidak.
"Kami sangat berharap kepada orang tua dan saudara-saudara kami dari Marga Goo dan Tebai. Dukungan kalian adalah kunci. Mari kita letakkan kepentingan besar masyarakat Dogiyai di atas segalanya agar anak cucu kita nantinya tidak perlu jauh-jauh keluar daerah hanya untuk mendapatkan pengobatan yang layak," tutupnya dengan nada optimis.(pal/you)
Bagikan artikel ini



