Rius Douw: Lahan Parkir Tempat Usaha Meski Diatur Baik
NABIRE – Salah satu pemuda Nabire, yang kini berkecimpung di dunia usaha dan tergabung ke dalam wadah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Papua Tengah angka bicara menyangkut lahan parkir yang harus dimiliki tempat usaha, seperti café dan resto serta usaha lainnya. Pasalnya, menurut Inarius Douw, yang akrab disapa Bung Rius (RD 87) ini, pada sejumlah tempat usaha yang ada ini tidak cukup memiliki lahan parkir yang memadai dan dalam pengaturan masih sangat semerawut, alias kurang tertata baik.

NABIRE – Salah satu pemuda Nabire, yang kini berkecimpung di dunia usaha dan tergabung ke dalam wadah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Papua Tengah angka bicara menyangkut lahan parkir yang harus dimiliki tempat usaha, seperti café dan resto serta usaha lainnya.
Pasalnya, menurut Inarius Douw, yang akrab disapa Bung Rius (RD 87) ini, pada sejumlah tempat usaha yang ada ini tidak cukup memiliki lahan parkir yang memadai dan dalam pengaturan masih sangat semerawut, alias kurang tertata baik.
Dengan kurang diatur baiknya hal ini, beberapa kali terjadi masalah, seperti kecelakaan lalu lintas dan menganggu arus lalu lintas di sekitar tempat usaha tersebut.
Untuk itu, dirinya sangat berharap kepada dinas terkait untuk dapat mengatur baik hal ini. Dan andai bisa ketika, pihak pemilik usaha akan mengurus perijinan, dinas terkait dapat melihat faktor dan hal ini, bila perlu menjadi syarat untuk penerbitan ijin usaha.
Tokoh pemuda yang kini aktif dalam Hipmi ini, pada prinsipnya sangat senang dan memberi apresiasi dengan tumbuhnya kegiatan usaha di Nabire, khususnya yang belakangan ini menjamur sejumlah café-café atau Warkop dan restaurant di daerah ini. Namun demikian alangkah baik dan tertib ketika menyangkut parkir tidak menumbulkan masalah, mengingat Nabire merubah jantung ibu kota Provinsi Papua Tengah.
“Saya ikut senang untuk kemajuan daerah di Papua Tengah, khususnya Nabire. Tetapi kita lihat lagi lahan parkir ini, mengingat banyak terjadi seperti Lakalantas dan masalah-masalah lainnya dan kadang membuat tidak nyaman pengunjung. Jadi saya harap, teman-teman pengusaha juga dapat melihat hal ini,” harapnya.
RD 87 sapaan akrabnya ini menambahkan, untuk Dinas Pendapatan Daerah atau dinas terkait yang mengelola lahan parkiran, kiranya dapat melihat hal ini. Seperti menyiapkan juru parkir yang benar diutus dari dinas.
Hal ini mengingat, dari sisi pendapatan ada yang bisa ditarik untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini, seperti lahan parkir sejumlah toko yang ada di daerah kota Nabire dan di Pantai Nabire, yang kerap terlihat banyak pengunjungnya.
“Menyangkut parkiran ini harus ditertibkan melalui juru parkir yang ada di beberapa tempat untuk ditertibkan kembali. Berdasarkan pengalaman, di sejumlah tempat yang ada petugas parkirnya yang tidak memiliki karcis. Artinya, ada pemasukan untuk daerah, ketika ditertibkan baik tentunya akan ada pendapatan atau pemasukan untuk daerah,” pungkas dan harap Rius, ketika ditemui awak media ini, Rabu petang (17/06/2026) kemarin.(wan)
Bagikan artikel ini



