NABIRE – Peserta Pemilihan Umum (Pemilu) khususnya 16 Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Dogiyai mempertanyakan salinan rekapan perolehan suara, hasil Pleno KPU Kabupaten Dogiyai. Karena, Parpol sebagai peserta Pemilu belum menerima salinan. Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat II Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay di Nabire, Sabtu (8/6) mempertanyakan KPU Kabupaten Dogiyai salinan hasil pleno rekapan perolehan suara dari masing-masing partai politik dan calon legislatif yang ikut didalam pesta demokrasi, Pemilu tahun 2019. Sebab hingga saat ini, KPU belum membagikan salinan hasil pleno rekapitasi suara Pemilu 2019. Yusak menambahkan, daerah lain, seperti Kabupaten Nabire, salinan hasil pleno rekapatan perolehan suara di tingkat kabupaten sudah diterima oleh masing-masing Parpol sebagai peserta Pemilu di Kabupaten Nabire tetapi di Kabupaten Dogiyai belum. Ketua DPD Golkar Kabupaten Dogiyai ini mempertanyakan, alasan tidak dibagikannya salinan hasil pleno rekapan perolehan suara tersebut. Karena, alasan dari KPU Dogiyai tinggal menunggu keputusan MK, tidak cukup sebagai alasan bagi KPU untuk tidak membagikan rekapan perolehan suara tingkat kabupaten. Yusak Tebay menguatirkan, jika salinan rekapan suara tersebut dibagikan setelah putusan MK dan ternyata ada perbedaan perolehan suara antar partai politik dan antar calon legislatif, mau mengadu kemana. Sebab, tidak ada ruang lagi untuk pengaduan hasil Pemilu. Sebab, MK sudah menyelesaikan sengketa perolehan suara Pileg. Oleh sebab itu, ia kuatir, jika terdapat perbedaan perolehan suara antara partai politik dan antar calon legislatif dengan calon lainnya, akan menimbulkan masalah ditengah masyarakat khususnya antar Parpol dan antar calon legislatif itu sendiri. Perbedaan perolehan suara yang akan menimbulkan masalah jika itu terjadi antar calon legislatif. Calon yang secara nyata di lapangan suaranya kurang sama sekali bahkan tidak ada suara tetapi ternyata pasca putusan MK calon yang bersangkutan meraih suara banyak, melebihi calon lain, patut dipertanyakan sehingga akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.(ans)