NABIRE – Akhirnya ratusan warga kabupaten di wilayah Meepago tiba di Nabire dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 81 dari Jayapura.

Sebanyak 450 warga Meepago yang telah tiba di Nabire itu sebelumnya berada di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya.

Kedatangan ratusan warga Meepago ini disambut oleh Pemerintah Kabupaten Nabire diwakili oleh Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP didampingi Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nabire, Victor Fun.

Dikatakan Sekda Nabire, Daniel Maipon, selain menyambut kedatangan ratusan warga, Pemerintah Kabupaten Nabire juga memastikan penerapan protokol kesehatan.

Pihaknya menginginkan agar ratusan warga itu terlindungi dari (infeksi) virus korona.

Lebih lanjut dikatakan Sekda Maipon, pihaknya percaya MRP telah memastikan semua warga yang dipulangkan ini tidak bermasalah alias tidak berpotensi terjangkit dan menjangkitkan virus korona.

Namun, pihaknya tetap melakukan tes cepat terhadap warga ini.

Jika ada yang reaktif hasil tesnya, dilanjutkan dengan swab test (tes usap).

Dia mengatakan upaya tersebut untuk mencegah penyebaran lokal atau klaster baru dalam penyebaran korona di Nabire.

Jika ternyata ada di antara warga tersebut terkonfirmasi positif terinfeksi korona, pemerintah setempat telah menyiapkan fasilitas dan langkah penanganannya.

“Kami berharap warga yang baru datang ini langsung melakukan isolasi mandiri di rumah.

Jika mengalami perubahan suhu tubuh (demam dengan panas tinggi), mereka diminta segera melapor ke rumah sakit.

Kami sudah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah Nabire sebagai layanan rujukan (untuk pasien covid-19) di wilayah Meepago,” jelas Maipon.

Diinformasikan bahwa KM Sabuk Nusantara 81 bertolak dari Pelabuhan Jayapura pada Kamis pekan lalu.

KM Sabuk Nusantara 81 ini mengangkut sekitar 450 warga Meepago yang selama ini tertahan di kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom akibat pembatasan layanan transportasi di Papua.

Pemulangan warga terdampak pandemi Covid-19 tersebut difasilitasi oleh Majelis Rakyat Papua (MRP).

Setiba di Nabire, mereka langsung menjalani tes cepat antibodi dan pengarahan dari pemerintah setempat.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nabire Victor Fun menambahkan mereka harus bekerja keras untuk melindungi warga dari ancaman penyebaran virus korona.

“Kami harus memastikan itu karena Nabire menjadi pintu masuk ke kabupaten lain di Meepago,” Katanya.

Jalani Tes CepatPenumpang KM Sabuk Nusantara 81 yang mengangkut sekitar 450 warga Meepago, langsung menjalani rapid test atau tes cepat antibodi untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus korona.

Ratusan warga tersebut berasal dari Kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Intan Jaya.

Mereka sebelumnya tertahan selama berbulan-bulan di Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom akibat dampak pembatasan layanan transportasi selama pandemi Covid-19.

Pemulangan 450 warga Meepago itu difasilitasi Panitia Khusus (Pansus) Afirmasi Majelis Rakyat Papua.

Pemulangan ini juga melibatkan tim dari Dinas Kesehatan Papua.

“Warga menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing,” kata Ketua Tim Pansus Afirmasi Majelis Rakyat Papua (MRP) Edison Tanati melalui rekaman suara yang diterima Jubi, Minggu (23/8/2020).Anggota Tim Dinas Kesehatan Papua Emoir Kbarek mengatakan mereka turut mendampingi warga selama dua hari pelayaran hingga tiba di Nabire.

Penumpang KM Sabuk Nusantara 81, Isak Kadepa mengapresiasi kesigapan MRP dalam memfasilitasi pemulangan mereka.

“Kami tidak pernah ada aksi (menuntut pemulangan) kepada MRP, tetapi mereka yang justru menyiapkan kapal untuk pemulangan.

”Koordinator warga Meepago Yulius X Takimai juga mengapresiasi respon cepat MRP dalam memenuhi aspirasi masyarakat.

“DPR Papua yang kami demonstrasi malah tidak merespon (aspirasi pemulangan warga Meepago).

”Rupus Muyapa, seorang kepala suku di Meepago yang ikut dalam rombongan pemulangan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.

“Kami (sebelumnya juga) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan DPR Papua.

MRP yang kemudian merespon dan mengantar (memfasilitasi pemulangan) kami.” (ist)