NABIRE - Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) yang digelar selama 2 hari, telah menghasilkan program yang dikelompokkan dalam 5 bidang program prioritas. Terdiri dari program peningkatan infrastruktur dasar, program peningkatan pelayanan pendidikan, program peningkatan pelayanan kesehatan, program peningkatan ekonomi rakyat dan program afirmasi terhadap oap. Kelima program prioritas itu disertai 3 program penunjang, yakni program penguatan dan pengendalian pemanfaatan ruang dan pengelolaan pertanahan, program peningkatan keamanan dan ketertiban, serta program pengembangan kapasitas kelembagaan.Diharapkan kepada SKPD–SKPD strategis, agar program–program prioritas yang telah disepekati dalam RKT ini, hendaknya ditindak lanjuti dan manjadi landasan dalam pembuatan RKT tahun 2015. Serta selalu berpedoman pada prinsip–prinsip perencanan dan pengembangan program–program pembangunan.Rakorsus UP4B, Kamis (6/3) lalu telah berakhir. Rakorsus ditutup Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi, di aula guest house Nabire. Rakorsus dihadiri wakil bupati dari 5 kabupaten masing-masing  Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya. Sambutan Bupati Nabire yang dibacakan Sukadi, dikatakan, sesuai amanat UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Provinsi Papua, sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 36 tahun 2008, bahwa percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat, dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Papua dan Papua Barat.Dikatakan, peserta selama 2 hari telah membahas rencana kerja tahunan (RKT) percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat. Tentunya menguras tenaga dan pikiran, namun diyakini selama 2 hari ini telah menghasilkan berbagai program yang bermanfaat bagi kita semua.Pelaksanan RKT yang difasilitasi oleh UP4B ini, berjalan dengan baik, lancar dan produktif. Hhal ini tercermin dari beberapa gagasan dan pemikiran dari peserta, yang menjadi kerangka pembuatan (RKT P4B). Hal ini tidak terlepas dari partisipasi dan peran kita semua dalam kegiatan ini. Yang tak lain adalah tanggung jawab dan komitmen kita dalam menjalankan tugas untuk membangun masyarakat Papua khususnya masyarakat di Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Nabire.Lebih jauh dikemukakannya, dalam konteks percepatan pembangunan Provinsi Papua, hal penting yang harus dilakukan adalah mengedepankan prinsip– prinsip pengembangan kawasan yang bersinergi dan terintegrasi mulai dari kawasan Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Nabire. Hal penting dan berguna tidak saja dalam penyusunan RKT, namun lebih pada perencanan pembangunan kedepan. Sebagaimana yang dikemukakan Wakil Bupati Paniai, bahwa kita semua pada dasarnya adalah satu kawasan adat-istiadat kesukuan, dan kondisi sumberdaya alam kita tidak jauh berbeda, yang membuat kita seolah-olah berbeda hanyalah kita dibatasi oleh administrasi pemerintahan. Tetapi tanggung jawab kita semua adalah sama, yakni bagaiaman mensejahterakan masyarakat.“Pada kesempatan ini, kami harapkan kepada UP4B, bahwa apa yang telah dihasilkan dalam kagiatan ini hendaknya benar–benar dikawal dengan baik. Agar menjadi program–program yang melekat pada kementerian dan lembaga-lembaga terkait. Teruatama dalam pembahasan Rakorsus P4B di tingkat nasional nanti yang berbarengan dengan pelaksanan musrenbang tingkat nasional,” harapnya.Kepada kita yang ada didaerah pasca Rakorsus ini, kita tetap berkomitmen terhadap apa yang telah kita tuangkan dalam RKT P4B tahun 2015. Sesuai pilihan program yang menjadi prioritas sesuai kemampuan masing–masing daerah, termasuk pendanaannya.  Mudah–mudahan kedepan lebih menjadi sinergitas dan sinkronisasi program yang mempunyai dampak yang dignifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat dikawasan ini. (modes)