JAKARTA - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) fokus dengan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM), yang dilaksanakan di Aula Sekretariat Makarti Muktitama Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, Jalan TMP Kalibata nomor 17 Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025) membahas permohonan status Tutor Guru.

Ketua Yayasan Peduli Difabel (Cacat Fisik danCacat Mental) dan Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Nabire Papua Tengah, Maria Yetiasaputri Kapitarauw S.Sos MM, dan juga selaku Ketua PKBM (Sekolah Kesetaraan paket ABC) dan yang menjadi satu-satunya percontohan di Papua Tengah mengatakan, Rakornas dan Rakernas ini diadakan selama 5 tahun sekali dan tahun ini diadakan di Jakarta dengan pembahasan mengenai permohonan status tutor atau guru pada PKBM tersebut.

Dirinya menekankan, guru-guru yang selama ini tidak dianggap, sehingga statusnya hanya tutor dan tidak mendapatkan fasilitas apa-apa dan pembahasan kali ini, untuk tutor di PKBM dengan guru di sekolah di pendidikan formal maupun dosen-dosen itu disamakan statusnya.

Ada enam provinsi di tanah Papua yang ikut dalam PKBM selama 3 hari (19-21 Februari 2025) itu, Papua (Jayapura), Papua Barat (Manokwari), Papua Selatan (Kabupaten Merauke), Papua Tengah (Kabupaten Nabire), Papua Pegunungan (Kabupaten Jayawijaya) dan Papua Barat Daya (Sorong).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FK-PKBM, Ir. H. Tuppu Bulu Alam, MM dalam sambutannya mengatakan, Rakernas FK-PKBM Indonesia ini digagas dan dipikirkan bersama, untuk diselenggarakan agar PKBM tidak lagi berkoordinasi terhadap civitas PKBM itu sendiri. Tetapi lebih dari itu, karena tuntutan zaman, maka saatnya PKBM senantiasa ekspansi program dan berafiliasi dengan semua pihak.(edi)